PAMEKASAN || KLIKMADURA – RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo (SMART) Pamekasan tengah memburu predikat akreditasi paripurna untuk keempat kalinya secara beruntun.
Rumah sakit milik pemerintah daerah itu baru saja menjalani penilaian intensif dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) Kementerian Kesehatan RI sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap standar mutu pelayanan.
Proses survei lapangan berlangsung selama tiga hari, mulai Rabu (29/7/2026) hingga Jumat (31/7/2026). Tim surveior melakukan pemeriksaan secara detail terhadap fasilitas, peralatan medis, hingga alur pelayanan guna memastikan seluruh standar pelayanan berjalan optimal, aman, dan sesuai regulasi terbaru Kementerian Kesehatan.
Plt Direktur RSUD SMART Pamekasan, Dokter Syaiful Hidayat, mengatakan seluruh tahapan penilaian berlangsung lancar. Menurut dia, hasil pengecekan menunjukkan berbagai aspek pelayanan telah memenuhi standar yang ditetapkan.
“Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar, pengecekannya semua sesuai standar. Dan survei ini bukan sekadar ajang penilaian administratif, melainkan juga momentum emas bagi rumah sakit untuk memperkuat budaya mutu dan keselamatan pasien di setiap layanan,” jelasnya.
Ia menuturkan, persiapan menghadapi akreditasi telah dilakukan jauh sebelum tim surveior datang ke rumah sakit. Sebanyak 16 kelompok kerja (pokja) disiapkan untuk memastikan seluruh unsur penilaian, mulai dokumentasi hingga pelayanan, memenuhi ketentuan yang berlaku.
Menurut Dokter Syaiful, RSUD SMART telah tiga kali berturut-turut meraih predikat akreditasi paripurna. Karena itu, pihaknya optimistis mampu mempertahankan capaian tersebut pada penilaian tahun ini.
“Dan apabila misalnya penilaiannya turun tidak apa-apa yang terpenting terakreditasi. Tapi, kami tetap optimis itu bisa paripurna sehingga empat kali paripurna berturut-turut,” tegasnya.
Ia berharap hasil evaluasi yang objektif semakin memperkuat kepercayaan masyarakat dan mitra terhadap RSUD SMART Pamekasan.
Dengan begitu, kerja sama dengan berbagai lembaga seperti BPJS Kesehatan, Jasa Raharja, serta mitra lainnya dapat terus terjaga dan berkembang.
“Iya harus optimis untuk paripurna. Semoga 16 pokja itu bisa lulus semua,” pungkasnya. (enk/nda)













