PAMEKASAN || KLIKMADURA – Perum Bulog Sub Divre XII Madura memastikan ketersediaan beras di gudang dalam kondisi aman. Saat ini, total stok beras Bulog mencapai sekitar 5.000 ton, meningkat 150 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pemimpin Cabang (Pinca) Perum Bulog Madura, Ahmad Rofi’i mengatakan, stok tersebut dipersiapkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat. Termasuk, untuk kebutuhan penyaluran bantuan pangan pemerintah dan stabilisasi pasokan beras di wilayah Madura.
“Stok beras Cabang Madura saat ini sekitar 5.000 ton. Jumlah itu mengalami kenaikan 150 persen dibandingkan tahun lalu,” katanya, Jumat (10/7/2026).
Rofi’i mengaku bahwa tingginya kebutuhan penyaluran bantuan pangan membuat Bulog harus mendatangkan pasokan dari luar Madura. Saat ini sekitar 70 persen stok beras yang tersedia berasal dari cabang Bulog di luar Madura.
“Penyaluran bantuan pangan di Madura sangat besar, sehingga kami membutuhkan dukungan pasokan dari cabang lain,” ucapnya.
Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Pamekasan, S. Tabri Munir, mengapresiasi langkah Bulog yang berhasil menjaga ketersediaan stok beras. Namun, berdasarkan pada prakiraan BMKG, musim kemarau kali ini lebih panjang, sehingga berpotensi memengaruhi produksi pertanian.
“Kami mengapresiasi stok beras saat ini sudah aman. Namun, kita masih belum bisa melihat jaminan keamanan pangan hingga masa panen yang akan datang,” ujarnya.
Politisi Partai Demokrat itu juga menilai minimnya serapan beras lokal oleh Bulog tidak sepenuhnya disebabkan rendahnya produksi. Menurutnya, banyak petani memilih menyimpan hasil panennya sebagai cadangan lumbung pangan sendiri.
“Petani memang memiliki lumbung sendiri untuk menyimpan hasil panen. Jadi wajar kalau tidak semua hasil panen dijual, sehingga membuat Bulog harus mendatangkan pasokan dari luar pulau,” tandasnya. (ibl/nda).













