PAMEKASAN | KLIKMADURA – Pemerintah Kabupaten Pamekasan mengusulkan perubahan sumber anggaran pembangunan tahap kedua Puskesmas Bulangan Haji. Dana sebesar Rp4,9 miliar yang semula berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU) dialihkan menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, dr. Saifudin, mengatakan perubahan tersebut merupakan arahan Sekretaris Daerah (Sekda) Pamekasan. Langkah itu diambil agar pembangunan tidak tertunda di tengah berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat.
“Juga berpotensi mundur, sedangkan pembangunan tahap dua Puskesmas Bulangan Haji harus segera dibangun agar tahun ini bisa segera beroperasi,” ujarnya.
Menurut dr. Saifudin, proses pengalihan anggaran berjalan tanpa kendala berarti. Saat ini usulan tinggal diproses melalui bagian keuangan daerah sebelum masuk ke tahapan berikutnya.
Ia menjelaskan, dokumen proyek kini masih dalam proses reviu Inspektorat. Jika seluruh tahapan selesai sesuai jadwal, paket pekerjaan akan segera diumumkan melalui Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) LKPP sebelum memasuki proses lelang.
“Iya ini dikebut, bulan Juli lelang. Insyaallah kegiatan fisiknya dilakukan bulan Agustus,” katanya.
Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Pamekasan Mohammad Saedy Romli menilai pengalihan anggaran tersebut tidak bertentangan dengan ketentuan yang berlaku.
Namun, ia berharap pemanfaatan DBHCHT lebih diarahkan pada program-program yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani tembakau.
“Sebaiknya dana DBHCHT itu bisa dilakukan terhadap hal-hal dari sisi ekonomi,” tegasnya.
Ketua DPD Partai Gelora Pamekasan itu menjelaskan, regulasi penggunaan DBHCHT telah mengatur pembagian alokasi anggaran. Yakni 50 persen untuk kesejahteraan masyarakat, 40 persen bidang kesehatan, dan 10 persen untuk penegakan hukum.
“Iya memang tidak menyalahi aturan, hanya saja DBHCHT ini keringatnya para petani, jadi sebisa mungkin manfaatnya bisa kembali kepada petani. Menurut kami seperti itu,” jelasnya.
Sebagai informasi, pembangunan Puskesmas Bulangan Haji berdiri di atas lahan seluas 3.000 meter persegi dengan luas bangunan sekitar 1.200 meter persegi. Tahap pertama telah menelan anggaran Rp7 miliar, sedangkan tahap kedua dianggarkan sebesar Rp4,9 miliar. (enk/nda)













