Kuota SD Sekolah Rakyat di Sampang Tak Terpenuhi, Orang Tua Ragu Lepas Anak Tinggal di Asrama

- Jurnalis

Selasa, 30 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penampakan gerbang Sekolah Rakyat di Kabupaten Sampang. (KLIKMADURA)

Penampakan gerbang Sekolah Rakyat di Kabupaten Sampang. (KLIKMADURA)

SAMPANG || KLIKMADURA – Program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah pusat belum sepenuhnya mendapat sambutan positif di Kabupaten Sampang. Buktinya, kuota jenjang Sekolah Dasar (SD) sebanyak 90 kursi baru terisi 53 calon siswa.

Rendahnya minat pada jenjang SD berbeda dengan kondisi di tingkat SMP dan SMA yang justru mencatat jumlah pendaftar melebihi kuota. Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya keraguan masyarakat terhadap konsep pendidikan berasrama bagi anak usia dini.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sampang, Yuliadi Setiawan, mengakui banyak orang tua belum siap melepas anak-anak mereka yang masih berusia SD untuk tinggal di asrama. Menurutnya, kekhawatiran itu menjadi faktor utama belum terpenuhinya kuota penerimaan.

Baca juga :  PKS Sampang Tancap Gas Konsolidasi hingga Desa, Targetkan Mesin Partai Makin Solid dan Dekat dengan Masyarakat

Meski demikian, pemerintah menilai Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan pendidikan formal. Program tersebut juga dirancang untuk membentuk karakter, memperkuat pendidikan agama, serta mengembangkan minat dan bakat peserta didik.

Di sisi lain, keraguan masih dirasakan sebagian masyarakat. Seorang warga Kecamatan Camplong yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan menilai anak usia SD masih membutuhkan pendampingan langsung dari orang tua.

“Anak seusia SD masih sangat membutuhkan pendampingan orang tua. Kami bukan menolak sekolahnya, tetapi belum yakin anak sekecil itu siap tinggal di asrama. Orang tua juga pasti khawatir kalau tidak bisa mengawasi perkembangan anak setiap hari,” ujarnya.

Baca juga :  Ancam Video Telanjang Disebar, Pedofil Asal Sampang Gagahi Siswi Berusia 15 Tahun

Pendapat serupa juga disampaikan warga lainnya yang enggan disebutkan namanya. Menurut dia, pemerintah perlu lebih dahulu membangun kepercayaan masyarakat sebelum berharap kuota peserta didik dapat terpenuhi.

“Program ini mungkin niatnya baik, tetapi pemerintah harus memahami cara pandang masyarakat. Banyak orang tua masih merasa pendidikan terbaik untuk anak SD adalah tetap dekat dengan keluarga. Sosialisasi saja belum cukup kalau kekhawatiran masyarakat belum benar-benar dijawab,” katanya.

Seluruh calon peserta didik yang telah mendaftar nantinya akan mengikuti seleksi elektronik yang dilaksanakan oleh Kementerian Sosial.

Baca juga :  Meski Siap Tarung, DPC Hanura Sampang Tak Pasang Target Kursi Dewan di Pemilu 2024

Seleksi tersebut diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga desil satu atau kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.

Pemerintah Kabupaten Sampang berharap masyarakat yang memenuhi persyaratan dapat memanfaatkan program tersebut.

Namun, belum terpenuhinya kuota jenjang SD menjadi catatan bahwa keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh fasilitas, tetapi juga kemampuan pemerintah membangun kepercayaan publik terhadap sistem pendidikan berasrama. (ali/nda)

Berita Terkait

Kasus Dugaan Pencabulan di Camplong Naik Penyidikan, Polisi Tetapkan Tersangka
Jadi Sorotan, Aset Daerah Sampang Diduga Dijual Rp10 Miliar Tanpa Sepengetahuan Dewan
Kapolres Sampang Salurkan Air Bersih ke Ponpes Miftahut Thullab Gedangan, Ulama Soroti Jalan Rawan Kecelakaan
Diduga Curi Speaker Tengah Malam, Pemuda 19 Tahun Diamankan Polsek Sampang Kota
Menyalip di Tikungan Berujung Maut, Mahasiswi Poltekes Sampang Tewas Tabrak Pickup
Sumur Warga Tambelangan Menghitam dan Berbusa, Limbah SPPG Kembali Disorot
Gandeng BIG, Pemkab Sampang Jadikan Data Spasial Dasar Perencanaan Pembangunan
Seorang Pria di Kecamatan Ketapang Disekap, Diduga Dipicu Urusan Hutang Rp300 Juta

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 12:29 WIB

Kasus Dugaan Pencabulan di Camplong Naik Penyidikan, Polisi Tetapkan Tersangka

Kamis, 13 Agustus 2026 - 01:59 WIB

Jadi Sorotan, Aset Daerah Sampang Diduga Dijual Rp10 Miliar Tanpa Sepengetahuan Dewan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 09:21 WIB

Kapolres Sampang Salurkan Air Bersih ke Ponpes Miftahut Thullab Gedangan, Ulama Soroti Jalan Rawan Kecelakaan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 09:08 WIB

Diduga Curi Speaker Tengah Malam, Pemuda 19 Tahun Diamankan Polsek Sampang Kota

Rabu, 12 Agustus 2026 - 08:56 WIB

Menyalip di Tikungan Berujung Maut, Mahasiswi Poltekes Sampang Tewas Tabrak Pickup

Berita Terbaru

Siswi SMAN 2 Pamekasan foto bersama usai ikuti lomba gerak jalan tingkat SMP-SMA/SMK tingkat Kabupaten pada Kamis (13/8). (LAILIYATUN NURIYAH/KLIK MADURA).

Pamekasan

SMAN 2 Pamekasan Raih Juara Gerak Jalan Tingkat Kabupaten

Jumat, 14 Agu 2026 - 13:26 WIB