Dua Guru SMK Kesehatan Nusantara Diperiksa Polisi, Ungkap Kronologi Penyegelan Sekolah

- Jurnalis

Senin, 15 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua guru SMK Kesehatan Nusantara Pamekasan keluar dari Kantor Satreskrim Polres Pamekasan usai diperiksa oleh penyidik. (LAILIYATUN NURIYAH/PAMEKASAN)

Dua guru SMK Kesehatan Nusantara Pamekasan keluar dari Kantor Satreskrim Polres Pamekasan usai diperiksa oleh penyidik. (LAILIYATUN NURIYAH/PAMEKASAN)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Penanganan kasus penyegelan SMK Kesehatan Nusantara Pamekasan terus bergulir. Dua guru sekolah tersebut memenuhi panggilan penyidik Satreskrim Polres Pamekasan untuk dimintai keterangan sebagai saksi, Senin (15/6/2026).

Pemeriksaan dilakukan sebagai tindak lanjut atas pengaduan masyarakat (dumas) yang diajukan pihak SMK Kesehatan Nusantara Pamekasan sejak Kamis (14/5/2026) lalu.

Dua saksi yang diperiksa yakni Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Abdur Rosi, dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Ibnul Fadili. Keduanya menjalani pemeriksaan di Unit IV Satreskrim Polres Pamekasan mulai pukul 09.00 WIB hingga 11.30 WIB.

Baca juga :  BLT DBHCHT Pamekasan Belum Cair, Ribuan Buruh Rokok dan Tani Tembakau Menunggu

Abdur Rosi mengatakan, materi pemeriksaan berfokus pada kronologi peristiwa penyegelan yang terjadi di lingkungan sekolah.

“Pemanggilan hari ini mengenai penyegelan di sekolah kami. Pertanyaannya hanya meliputi kronologi kejadian dari penyegelan itu,” ujarnya usai menjalani pemeriksaan.

Menurut dia, penyidik mengajukan sekitar 10 pertanyaan yang seluruhnya berkaitan dengan peristiwa penyegelan. Proses pemeriksaan berlangsung lancar dan tidak keluar dari pokok perkara yang sedang ditangani.

“Semua pertanyaan seputar kronologi kejadian. Pemeriksaannya berjalan lancar dan kooperatif,” katanya.

Rosi menjelaskan, dampak penyegelan masih dirasakan oleh seluruh civitas sekolah. Sebanyak 90 siswa terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar secara daring. Namun saat ini para siswa tengah menjalani masa libur setelah menyelesaikan ujian akhir.

Baca juga :  Dugaan Mafia Solar Subsidi di Bangkalan Menguat, HMI Desak Polisi Bongkar SPBU dan Pemodal Besar

“Ujian di sekolah kami sudah selesai. Apalagi sekarang permasalahan di sekolah kami belum selesai, jadi para siswa diliburkan dulu,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi apabila penyelesaian perkara berlangsung cukup lama, pihak sekolah mulai menyiapkan alternatif lokasi pembelajaran dengan meminjam gedung lain.

Meski demikian, para guru berharap aktivitas pendidikan dapat kembali berlangsung di gedung sekolah yang berada di Jalan Raya Nyalaran, Kelurahan Kowel, Pamekasan.

“Kami berharap masalah ini segera selesai dan sekolah bisa kembali dibuka. Kasihan para murid, mereka tentu tidak ingin persoalan ini berlarut-larut,” tandasnya. (enk/nda)

Baca juga :  RSUD Smart Pamekasan Terus Tingkatkan Pelayanan Cuci Darah, Pasien Apresiasi Sikap Ramah dan Profesional

Berita Terkait

Imigrasi Pamekasan Jadi Tuan Rumah BERSAPDA 2026, Perkuat Sinergi Forkopimda dan Kepedulian Sosial
UIM Dorong Mahasiswa Berinovasi dan Bangun Digitalisasi Desa Lewat KKN
Pegiat Lingkungan Tanam 10 Ribu Mangrove, Bentuk Protes Kasus Perusakan Mangrove Hampir Dua Tahun Mangkrak
UIM Bekali DPL KKN 2026, Perkuat Pengawasan Lapangan dan Sistem Pelaporan Terintegrasi
Polres Pamekasan Dalami Kasus Penyegelan SMK Kesehatan Nusantara, Agendakan Periksa Sejumlah Guru
Ahli Waris Tegaskan Tanah TK ABA IV Tak Pernah Dijual, Siap Tempuh Jalur Hukum dan Laporkan Pihak Terkait
Sebulan Disegel, Siswa SMK Kesehatan Nusantara Pamekasan Terpaksa Belajar Daring
Klinik Kecantikan Elysia Estetika Raih Penghargaan Pelayanan Terbaik di PEF 2026

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 13:31 WIB

Imigrasi Pamekasan Jadi Tuan Rumah BERSAPDA 2026, Perkuat Sinergi Forkopimda dan Kepedulian Sosial

Senin, 15 Juni 2026 - 12:40 WIB

UIM Dorong Mahasiswa Berinovasi dan Bangun Digitalisasi Desa Lewat KKN

Senin, 15 Juni 2026 - 12:36 WIB

Pegiat Lingkungan Tanam 10 Ribu Mangrove, Bentuk Protes Kasus Perusakan Mangrove Hampir Dua Tahun Mangkrak

Senin, 15 Juni 2026 - 12:06 WIB

Dua Guru SMK Kesehatan Nusantara Diperiksa Polisi, Ungkap Kronologi Penyegelan Sekolah

Jumat, 12 Juni 2026 - 22:56 WIB

UIM Bekali DPL KKN 2026, Perkuat Pengawasan Lapangan dan Sistem Pelaporan Terintegrasi

Berita Terbaru