BANGKALAN || KLIKMADURA – Universitas Trunojoyo Madura (UTM) kembali menegaskan kiprahnya di level nasional. Kampus kebanggaan Madura itu sukses meraih Platinum Award, penghargaan tertinggi dalam ajang UB Halal Metric Award 2026 yang digelar Universitas Brawijaya, Senin (5/5/2026).
Penghargaan prestisius tersebut diserahkan langsung oleh Rektor UB, Widodo, kepada Rektor UTM, Safi’, di Gedung Auditorium Algoritma, Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) UB.
Capaian ini menjadi penegasan atas komitmen kuat UTM dalam mengembangkan tridharma perguruan tinggi berbasis ekosistem halal. Tidak hanya itu, UTM juga memborong penghargaan di berbagai kategori, mulai dari Gold, Silver hingga Bronze.
Ajang UB Halal Metric Award sendiri merupakan inisiatif UB untuk mengukur sekaligus mengapresiasi implementasi ekosistem halal di perguruan tinggi, industri, dan instansi pemerintah.
Penilaian dilakukan secara menyeluruh, mencakup kebijakan institusi, pendidikan halal, riset dan inovasi, pengabdian kepada masyarakat, hingga kesiapan infrastruktur pendukung.
Tim penilai menempatkan UTM sebagai salah satu institusi dengan performa paling komprehensif. Kampus ini dinilai berhasil menunjukkan kerja nyata dalam penguatan ekosistem halal, bukan sekadar konsep.
Hal itu dibuktikan dengan berdirinya tiga lembaga strategis yang telah terdaftar di Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
Ketiganya meliputi Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H), Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), serta Lembaga Pelatihan Jaminan Produk Halal (JPH). Seluruhnya ditopang oleh sumber daya manusia profesional dan kompeten di bidang halal.
Rektor UTM, Prof. Safi’, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika.
“Platinum Award ini adalah buah dari kerja bersama. Kami berkomitmen menjadikan UTM sebagai pusat pengembangan ilmu dan ekosistem halal yang memberi manfaat luas bagi masyarakat, UMKM, dan industri,” ujarnya.
Menurutnya, capaian ini bukan akhir, melainkan pijakan untuk langkah yang lebih besar. Ke depan, UTM akan terus memperkuat peran lembaga-lembaga halal yang dimiliki guna mendukung percepatan sertifikasi halal nasional.
“Penguatan LP3H, LPH, dan Lembaga Pelatihan JPH akan terus kami dorong, agar literasi halal semakin meluas dan berdampak nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Dengan raihan ini, UTM semakin mengukuhkan diri sebagai pelopor perguruan tinggi berbasis ekosistem halal di Indonesia.
Sebuah capaian yang tidak hanya membanggakan Madura, tetapi juga mempertegas posisi kampus daerah di panggung nasional. (fit/nda)













