Oleh: M. Zulfiyan Alamsyah, IHSG Enthusiast.
*****
DILANSIR dari detail siaran pers Bursa Efek Indonesia, jumlah investor pasar modal Indonesia per akhir Januari 2026 telah mencapai 21.037.426 single investor identification (SID). Data ini menunjukkan maraknya minat masyarakat terhadap investasi saham.
Namun, tidak sedikit juga yang justru mundur sebelum memulai atau tidak bertahan dalam dunia investasi dengan alasan klasik: terlalu rumit, butuh waktu lama dan penuh istilah teknis.
Buku Value Investing Beat the Market in Five Minutes karya Teguh Hidayat hadir seperti jawaban atas kegelisahan itu dengan pendekatan yang lebih sederhana tanpa kehilangan esensinya.
Buku ini seperti ajakan santai yang justru menantang: benarkah mengalahkan pasar bisa dilakukan hanya dalam lima menit? Alih-alih memamerkan teori yang berlapis-lapis, penulis memilih jalur yang lebih ringkas.
Ia menyoroti esensi dari value investing: Bagaimana mengenali saham yang layak dibeli dan menentukan apakah harganya undervalue, atau masih wajar dan masuk akal. Menariknya, pendekatan ini dikemas dengan gaya yang ringan, sehingga pembaca seperti diajak berdiskusi.
Salah satu kekuatan buku ini terletak pada penyederhanaan konsep. Teguh tidak berusaha mengesankan pembaca dengan istilah teknis berlebihan. Ia justru menekankan bahwa keputusan investasi yang baik sering kali lahir dari logika sederhana yang dijalankan secara disiplin.
Di sinilah lima menit itu menemukan konteksnya, bukan berarti analisisnya dangkal, tetapi fokus pada hal yang benar-benar penting.
Bersamaan dengan itu, buku ini menghadirkan semangat dengan kisah inspirasi dan cerita sukses dari para value investor seperti Carlos Slim Helu, Bill Gates, Li Ka Shing, Warren Buffet dengan kutipan legendarisnya “Rule number 1: Never lose money. Rule number 2: Never forget rule number one”. Dan beberapa value investor asal Indonesia.
Bagi pembaca yang sudah berpengalaman, isi buku ini mungkin terasa terlalu dasar. Beberapa pembahasan tidak digali terlalu dalam, sehingga lebih cocok sebagai pintu masuk daripada panduan lanjutan.
Meski begitu, justru di situlah nilai utamanya: buku ini efektif sebagai fondasi berpikir sebelum melangkah ke strategi yang lebih kompleks.
Secara keseluruhan, karya ini memberikan perspektif bahwa investasi tidak selalu harus rumit untuk menjadi efektif. Dengan pendekatan yang lugas dan praktis, Teguh Hidayat berhasil menyampaikan pesan bahwa konsistensi dan pemahaman dasar sering kali lebih berharga dibanding strategi yang terdengar canggih namun sulit dijalankan.
Buku ini cocok bagi pemula yang ingin mulai berinvestasi dengan pola pikir yang lebih terarah, atau bagi siapa saja yang ingin menyederhanakan ulang cara mereka melihat pasar. (*)














