PAMEKASAN || KLIKMADURA – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 29 Pamekasan tahun 2026 dipastikan tidak membuka pendaftaran secara umum.
Kebijakan itu diambil karena proses rekrutmen difokuskan pada penjangkauan langsung terhadap calon siswa dari keluarga kurang mampu.
Kepala SRMP 29 Pamekasan, Aisyah Minarni Mukti, menegaskan bahwa mekanisme penerimaan tetap mengacu pada data resmi pemerintah.
Yakni, Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Sasaran utama adalah masyarakat dalam kategori desil 1 dan desil 2.
“Tidak ada pembukaan pendaftaran seperti sekolah pada umumnya. Ini memang program khusus untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu, sesuai arahan Gus Menteri dan Presiden,” ujarnya.
Menurut Aisyah, proses penjaringan dilakukan dengan menyisir langsung calon siswa berdasarkan data yang telah tervalidasi.
Pendekatan ini dilakukan tanpa unsur paksaan. Jika calon siswa dan keluarganya bersedia, maka akan dilanjutkan dengan asesmen dan pengisian formulir.
Ia menjelaskan, apabila kuota dari desil 1 tidak terpenuhi, maka akan dialihkan ke desil 2. Mekanisme tersebut tetap melalui persetujuan pemerintah daerah.
“Kalau desil 1 tidak ada pergerakan, bisa dialihkan ke desil 2 dan itu harus disahkan oleh bupati. Pengalaman sebelumnya, ada wilayah yang anak-anaknya lebih memilih mondok,” jelasnya.
Untuk tahun ajaran 2026, kuota sementara SRMP’29 Pamekasan ditetapkan sebanyak 50 siswa. Proses SPMB dijadwalkan mulai berlangsung pada Juli mendatang.
Guna memastikan target terpenuhi, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) akan diterjunkan ke seluruh wilayah di Pamekasan. Penyisiran dilakukan merata di 13 kecamatan tanpa terkecuali.
“Kita sasar semua wilayah. Bahkan jika ditemukan anak putus sekolah, akan kita fasilitasi masuk ke Sekolah Rakyat sesuai jenjangnya,” ungkap Aisyah.
Sementara itu, Koordinator Kabupaten (Korkab) PKH Pamekasan, Lukman Hakim, menegaskan bahwa proses perekrutan tetap memprioritaskan kelompok paling rentan secara ekonomi.
“Kita utamakan desil 1. Setelah itu baru dilakukan asesmen lanjutan. Mekanismenya masih sama seperti tahun sebelumnya,” tandasnya. (enk/nda)













