SAMPANG || KLIKMADURA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 1 Sampang mendadak terhenti. Sejak 31 Maret 2026, para siswa tidak lagi menerima distribusi makanan dari program tersebut.
Pihak sekolah mengaku belum mendapatkan penjelasan resmi terkait penghentian sementara itu. Mereka kini hanya bisa menunggu kepastian dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai penyelenggara program.
Kepala SMPN 1 Sampang, Teguh Suparyanto, mengatakan, sekolah tidak memiliki kewenangan dalam teknis distribusi. Semua kebijakan berada di tangan SPPG.
“Tidak ada alasan yang jelas terkait pemberhentian pendistribusian MBG ini. Saya hanya mendapat penjelasan bahwa pendistribusian akan kembali normal pada tanggal 20 April 2026,” ujarnya.
Sebelumnya, program MBG di sekolah tersebut disuplai dari dapur SPPG Polres Sampang yang dikelola Yayasan Kumala Bhayangkari Cabang Sampang. Namun, beredar dapur tersebut sudah tidak lagi beroperasi.
Terhentinya operasional dapur SPPG diduga berkaitan dengan mundurnya kepala SPPG. Kondisi itu disebut berdampak langsung pada distribusi makanan kepada para penerima manfaat (PM), yang sebelumnya telah diikat melalui Memorandum of Understanding (MoU).
Hingga berita ini diterbitkan, mantan Kepala SPPG Polres Sampang, Imamatul Maghfiroh, serta Koordinator Wilayah SPPG Sampang, Ratna, belum memberikan keterangan resmi.
Sementara itu, pihak sekolah bersama para penerima manfaat berharap distribusi MBG bisa segera kembali normal sesuai jadwal yang telah disampaikan. (hid/nda)
















