Sidak Tempat Praktik dr. Tatik Sulistyowati, Dinkes Sebut Pelayanan Kurang Standar 

- Jurnalis

Senin, 13 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, dr. Saifuddin saat diwawancara sejumlah awak media. (MOH. IQBALUL KHAVEI MZ / KLIKMADURA)

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, dr. Saifuddin saat diwawancara sejumlah awak media. (MOH. IQBALUL KHAVEI MZ / KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan bergerak cepat menindaklanjuti kasus warga Kecamatan Galis yang mengalami pendarahan usai menjalani tindakan medis di tempat praktik dr. Tatik Sulistyowati.

Tak hanya memanggil yang bersangkutan untuk klarifikasi, Dinkes juga melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi praktik yang berada di Jalan Trunojoyo, Kelurahan Patemon. Hasilnya, ditemukan sejumlah kekurangan, terutama terkait standar tempat praktik dan aspek kebersihan.

Kepala Dinkes Pamekasan, dr. Saifudin, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil klarifikasi, pasien awalnya datang pada Jumat (13/3/2026) dengan keluhan pendarahan. Setelah dilakukan pemeriksaan USG, pasien dinyatakan mengalami keguguran pada usia kandungan muda.

Baca juga :  Unira dan Lapas Pamekasan Perkuat Kolaborasi, Dorong Pembinaan Warga Binaan Berbasis Pertanian

“Dilakukan tindakan untuk membersihkan sisa darah di rahim agar pendarahan berhenti. Itu menggunakan bius lokal dan secara kewenangan bisa dilakukan tanpa dokter spesialis anestesi,” ujarnya.

Lima hari kemudian, tepatnya Rabu (18/3), pasien kembali kontrol. Hasil USG menunjukkan kondisi rahim sudah bersih. Namun, pada Sabtu (21/3), pasien kembali mengalami nyeri perut disertai pendarahan hingga akhirnya dirujuk ke RSU Mohammad Noer Pamekasan.

Di rumah sakit, pasien menjalani operasi. Hasil diagnosis menunjukkan adanya kehamilan di luar rahim atau ectopic pregnancy.

Jika ditarik benang merah dari dua kejadian tersebut, kondisi pasien disebut sebagai heterotopic pregnancy atau kehamilan ganda. Yakni, satu di dalam rahim dan satu di luar rahim.

Baca juga :  Sabotase Berkas Calon Kades Gugul, Kejari Pamekasan Tahan 5 Orang Panitia

“Ini kasus yang sangat jarang terjadi, tapi ada referensi ilmiahnya. Dan dari hasil penelusuran kami, tindakan dari kedua pihak medis sudah sesuai prosedur,” tegas dr. Saifudin

Meski demikian, hasil sidak di tempat praktik dr. Tatik mengungkap adanya kekurangan dari sisi standar layanan. Selain fasilitas yang belum memenuhi standar, aspek kebersihan juga dinilai perlu ditingkatkan.

Dinkes langsung memberikan pembinaan. Bahkan, seminggu setelah sidak, dilakukan kunjungan ulang untuk memastikan perbaikan dilakukan.

“Alhamdulillah sudah ada perubahan signifikan. Tapi tetap akan kami monitoring ke depan agar tidak terulang,” tambahnya.

Baca juga :  Ibu Muda di Pamekasan Meninggal Usai Operasi Caesar, Kusuma Hospital Diduga Ceroboh

Ia juga menekankan pentingnya sterilisasi alat medis dan prosedur yang sesuai standar. Menurutnya, tindakan ringan seperti penggunaan bius lokal masih diperbolehkan di praktik mandiri.

Namun, untuk tindakan yang lebih berat, wajib didukung tenaga spesialis serta fasilitas yang memadai.

“Perlu kami luruskan, pada kasus ini bukan kuret, melainkan pembersihan sisa darah. Tapi ke depan, standar pelayanan harus benar-benar diperhatikan demi keselamatan pasien,” pungkasnya. (enk/nda)

Berita Terkait

Kabar Gembira! Job Fair Pamekasan Sediakan 1.246 Lowongan Kerja
Cegah APBD Jebol, Pemkab Pamekasan Cicil Dana Cadangan Pilkada Rp60 Miliar selama Tiga Tahun
Tertarik pada Luka-Luka Cinta Royyan Julian, Tauhed Supratman Raih Penghargaan Sutasoma
Pemkab Pamekasan Pastikan UHC Prioritas Aktif November 2026, Klaim Cakupan Peserta Capai 98,8 Persen
Pemilik Warung Seblak Moms Iphiie Akhirnya Ditangkap Polisi, Diduga Terlibat Kasus Investasi Bodong 
Kapus Waru Pamekasan Ungkap Pemicu Gangguan Kesehatan Jiwa, Dukungan Keluarga Jadi Kunci Pemulihan
AJP-DKP Bakal Gelar Pekan Kebudayaan Madura, Angkat Warisan M. Tabrani untuk Indonesia
Pagelaran Karapan Sapi Pamekasan Tanpa Suntikan Dana Pemkab, Peserta Patungan hingga Ratusan Juta

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:09 WIB

Kabar Gembira! Job Fair Pamekasan Sediakan 1.246 Lowongan Kerja

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Cegah APBD Jebol, Pemkab Pamekasan Cicil Dana Cadangan Pilkada Rp60 Miliar selama Tiga Tahun

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:17 WIB

Pemkab Pamekasan Pastikan UHC Prioritas Aktif November 2026, Klaim Cakupan Peserta Capai 98,8 Persen

Senin, 12 Oktober 2026 - 02:52 WIB

Pemilik Warung Seblak Moms Iphiie Akhirnya Ditangkap Polisi, Diduga Terlibat Kasus Investasi Bodong 

Senin, 12 Oktober 2026 - 00:45 WIB

Kapus Waru Pamekasan Ungkap Pemicu Gangguan Kesehatan Jiwa, Dukungan Keluarga Jadi Kunci Pemulihan

Berita Terbaru