Meski Tuai Polemik, Kadinkes Sebut Keputusan Puskesmas Teja Menolak Antar Jenazah Pakai Ambulans Sesuai Aturan

- Jurnalis

Rabu, 8 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, dr. Saifuddin saat diwawancara sejumlah awak media. (MOH. IQBALUL KHAVEI MZ / KLIKMADURA)

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, dr. Saifuddin saat diwawancara sejumlah awak media. (MOH. IQBALUL KHAVEI MZ / KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Keputusan Puskesmas Teja menolak mengantarkan jenazah bayi menggunakan ambulans menuai polemik. Meski pihak puskesmas mencarikan alternatif dengan mengantar jenazah menggunakan mobil milik lembaga sosial, gelombang protes tetap terjadi.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Pamekasan, dr. Saifudin memberikan penjelasan. Menurut dia, secara regulasi, langkah yang diambil pihak Puskesmas Teja telah sesuai dengan aturan yang berlaku.

Dijelaskan, fungsi ambulans berbeda dengan mobil jenazah. Ambulans diprioritaskan untuk pelayanan pasien hidup dalam kondisi kegawatdaruratan. Sementara, mobil jenazah diperuntukkan khusus untuk pengantaran jenazah.

Baca juga :  Ribuan Nelayan Pamekasan Terdampak Kebijakan yang Menyulitkan Pembelian BBM

“Ambulans digunakan untuk menolong pasien dalam kondisi darurat. Sedangkan untuk jenazah, memang ada kendaraan khusus,” katanya.

dr. Saifudin mengatakan, penolakan penggunaan ambulans juga dipengaruhi oleh permintaan keluarga agar jenazah diantarkan ke Sumenep dengan jarak tempuh yang cukup jauh.

Kondisi tersebut dinilai berisiko apabila di saat bersamaan terjadi kasus kegawatdaruratan lain dan ambulans tidak tersedia.

“Seandainya jaraknya dekat mungkin masih bisa difasilitasi. Namun karena permintaan ke Sumenep yang jaraknya jauh, dikhawatirkan jika terjadi kegawatdaruratan dan ambulans tidak ada, maka akan menjadi kesalahan dua kali,” ujarnya.

Baca juga :  Dinas PUPR Pamekasan Akui Ada Jalan 20 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

dr. Saifudin mengakui bahwa hingga saat ini belum ada pengadaan mobil jenazah di setiap puskesmas. Bahkan, Dinas Kesehatan Pamekasan sendiri belum memiliki mobil jenazah, sementara kondisi sejumlah ambulans yang ada juga mulai mengalami kerusakan.

“Kami memang belum melakukan pengadaan mobil jenazah. Mudah-mudahan kejadian ini menjadi perhatian pemerintah ke depan,” katanya.

Sementara itu, orang tua jenazah, M. Roziki mengatakan, alasan yang disampaikan kepala dinkes tidak sepenuhnya bisa dibenarkan. Seharusnya, dalam kondisi kekurangan armada, negara tetap hadir melayani masyarakat.

“Kami tidak sedang memaksa melanggar aturan. Tapi ketika mobil jenazah tidak ada, lalu ambulans juga tidak bisa dipakai, negara hadirnya di mana?,” tuturnya.

Baca juga :  Kasus Campak di Pamekasan Semakin Parah, Korban Meninggal Menjadi 10 Anak

M. Roziki mengaku tidak akan tinggal diam dan siap menempuh berbagai jalur agar persoalan ini mendapat perhatian serius. Sebab, dikhawatirkan kejadian serupa terulang di kemudian hari.

“Saya hanya ingin memastikan tidak ada korban lain yang mengalami kejadian seperti ini,” tandasnya. (ibl/nda).

Berita Terkait

Forum LSM Pamekasan Soroti Menu MBG, Satgas dan BGN Siap Sisir Ratusan SPPG
178 Sekolah di Pamekasan Diusulkan Direvitalisasi, Disdikbud Tunggu Instruksi Pusat
Pengusaha Percetakan di Pamekasan Tertipu Rp40 juta, Pelaku Catut Institusi TNI
Harga Minyak Goreng di Pamekasan Meroket, Jauh di Atas HET
UPT Puskesmas Pademawu Latih Kebugaran 80 Calon Jemaah Haji
WFH Hari Jumat Tak Berlaku di Sekolah, KBM Tetap Berjalan Normal
Datangi DPR RI, Wabup Pamekasan Perjuangkan Cathlab RSUD Masuk BPJS Kesehatan
Keterbatasan Armada, Jenazah Bayi di Puskesmas Teja Terpaksa Diantar Pakai Ambulans Milik Lembaga Sosial

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 13:05 WIB

Forum LSM Pamekasan Soroti Menu MBG, Satgas dan BGN Siap Sisir Ratusan SPPG

Rabu, 8 April 2026 - 11:30 WIB

Meski Tuai Polemik, Kadinkes Sebut Keputusan Puskesmas Teja Menolak Antar Jenazah Pakai Ambulans Sesuai Aturan

Rabu, 8 April 2026 - 08:56 WIB

178 Sekolah di Pamekasan Diusulkan Direvitalisasi, Disdikbud Tunggu Instruksi Pusat

Selasa, 7 April 2026 - 12:54 WIB

Pengusaha Percetakan di Pamekasan Tertipu Rp40 juta, Pelaku Catut Institusi TNI

Selasa, 7 April 2026 - 08:33 WIB

Harga Minyak Goreng di Pamekasan Meroket, Jauh di Atas HET

Berita Terbaru