178 Sekolah di Pamekasan Diusulkan Direvitalisasi, Disdikbud Tunggu Instruksi Pusat

- Jurnalis

Rabu, 8 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Disdikbud Pamekasan Basri Yulianto saat ditemui di ruang kerjanya. (LAILIYATUN NURIYAH/KLIK MADURA).

Kepala Disdikbud Pamekasan Basri Yulianto saat ditemui di ruang kerjanya. (LAILIYATUN NURIYAH/KLIK MADURA).

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Upaya perbaikan infrastruktur pendidikan di Kabupaten Pamekasan terus didorong. Tahun 2026 ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan mengusulkan sebanyak 178 sekolah ke pemerintah pusat untuk mendapatkan program revitalisasi.

Kabar baiknya, ratusan usulan tersebut telah berstatus diterima di tingkat pusat. Meski demikian, hingga kini pemerintah daerah masih menunggu instruksi lanjutan untuk proses berikutnya.

Kepala Disdikbud Pamekasan, Basri Yulianto mengatakan, pihaknya belum dapat melangkah lebih jauh sebelum ada arahan resmi dari pemerintah pusat. Jika instruksi sudah turun, pihaknya siap segera menindaklanjuti.

Baca juga :  Terkait Kasus Perundungan, Disdikbud Pamekasan Tegur SMPN 2 Pademawu

“Masih menunggu perintah dari pusat. Kalau sudah ada, kami langsung bergerak ke sana untuk menindaklanjuti,” ujarnya.

Basri menjelaskan, saat pengajuan dilakukan, belum ada rincian anggaran yang disertakan. Perhitungan kebutuhan biaya akan dilakukan setelah ada kepastian jumlah sekolah yang disetujui untuk direvitalisasi.

“Nanti kalau sudah diputuskan berapa yang direvitalisasi, baru kami libatkan konsultan untuk menghitung kebutuhan anggarannya,” jelasnya.

Dalam pengajuan tersebut, Disdikbud juga melampirkan dokumen detail terkait tingkat kerusakan masing-masing sekolah. Data tersebut disusun berdasarkan kajian teknis internal sebagai bahan pertimbangan pemerintah pusat.

Baca juga :  Dalami Dugaan Korupsi Wamira Mart, Kejari Pamekasan Periksa 20 Orang Saksi

Ia mengakui, proses seleksi berada sepenuhnya di tangan pemerintah pusat, mengingat pengajuan serupa juga dilakukan oleh daerah lain di seluruh Indonesia.

“Kami serahkan sepenuhnya ke pusat, karena ini bersaing dengan daerah lain juga,” ungkapnya.

Dari total 178 sekolah yang diusulkan, terdiri dari 55 lembaga PAUD/TK, 103 sekolah dasar (SD), dan 29 sekolah menengah pertama (SMP).

Basri berharap, keputusan dari pemerintah pusat segera turun, terutama untuk sekolah-sekolah dengan tingkat kerusakan yang tergolong parah.

“Semoga segera ada kepastian, terutama untuk sekolah yang kondisinya sudah rusak berat agar bisa segera ditangani,” pungkasnya. (enk/nda)

Baca juga :  Tak Perlu KEK, Cukup Berlakukan Tarif Cukai Kelas Tiga

Berita Terkait

Proyek Puskesmas Bulangan Haji Jadi Temuan BPK, CV Birza Utama Wajib Kembalikan Rp 200 Juta
Kuota Siswa Baru SRMP 29 Pamekasan Terpenuhi, Penjangkauan Capai 32 Anak
Budidaya Rumput Laut Pantai Jumiang Mati Suri, Diskan Pamekasan Ambil Sampel Air Laut
Ratusan Perusahaan Rokok di Madura Naik Status Jadi PKP, Pengusaha Siap-siap “Dijerat” Beban Pajak 9,9 Persen
Kemendikdasmen Setujui Revitalisasi Puluhan Sekolah di Pamekasan 
Kepesertaan BPJS Warga Miskin Dinonaktifkan, GMNI Pamekasan Datangi Dewan
Ketua Dewan Pastikan Tak Masalah Anggota Dewan Masuk Paguyuban Mitra MBG, Dorong Lebih Berani Awasi SPPG
Komisi IV DPRD Pamekasan Turun Tangan, Panggil Yayasan Kunci Ilmu Buntut Penyegelan SMK Kesehatan Nusantara

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 02:48 WIB

Proyek Puskesmas Bulangan Haji Jadi Temuan BPK, CV Birza Utama Wajib Kembalikan Rp 200 Juta

Sabtu, 23 Mei 2026 - 00:32 WIB

Kuota Siswa Baru SRMP 29 Pamekasan Terpenuhi, Penjangkauan Capai 32 Anak

Jumat, 22 Mei 2026 - 04:40 WIB

Ratusan Perusahaan Rokok di Madura Naik Status Jadi PKP, Pengusaha Siap-siap “Dijerat” Beban Pajak 9,9 Persen

Jumat, 22 Mei 2026 - 04:34 WIB

Kemendikdasmen Setujui Revitalisasi Puluhan Sekolah di Pamekasan 

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:46 WIB

Kepesertaan BPJS Warga Miskin Dinonaktifkan, GMNI Pamekasan Datangi Dewan

Berita Terbaru

Momen Fauzi AS makan bersama Tokoh Madura, Prof. Achsanul Qosasi, H. Khairul Umam (H.Her), Dirut PT Garam dan tamu penting lainnya. (DOK. KLIKMADURA)

Opini

Madura Tidak Pernah Tamat

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:42 WIB

Salah satu sudut Desa Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan. (DOK. KLIKMADURA)

Opini

Ada Borok di Eloknya Wajah Desaku

Sabtu, 23 Mei 2026 - 03:03 WIB