Fikrah Lingkungan untuk Sumenep Berkelanjutan

- Jurnalis

Sabtu, 4 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Siswadi, Ketua Lakpesdam PCNU Sumenep.

****

MEMPERKUAT Fikrah untuk Bumi Sumenep
Sumenep bukan sekadar ruang geografis, tetapi ruang hidup yang menyimpan harapan, sejarah, dan masa depan generasi.

Di tengah laju pembangunan dan dinamika kebijakan, bumi Sumenep menghadapi tantangan yang semakin kompleks—mulai dari degradasi lingkungan, eksploitasi sumber daya, hingga lemahnya pengawasan terhadap implementasi kebijakan publik. Di sinilah pentingnya memperkuat fikrah—kerangka berpikir yang jernih, kritis, dan berpihak pada keberlanjutan.

Fikrah yang kuat akan melahirkan kesadaran kolektif bahwa lingkungan bukan sekadar objek pembangunan, melainkan subjek yang harus dijaga keseimbangannya.

Baca juga :  Gejolak Industri Pertanian

Ketika hutan ditebang tanpa kendali, pesisir tercemar, dan tata kelola energi tidak berpihak pada masyarakat, maka sesungguhnya yang terancam bukan hanya alam, tetapi juga kehidupan sosial dan ekonomi warga Sumenep itu sendiri.

Mengawal isu lingkungan bukan hanya tugas aktivis atau segelintir kelompok, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Perlu ada keberanian untuk bersuara, mengkritisi, sekaligus memberikan solusi atas kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada kelestarian lingkungan.

Di sisi lain, pemerintah dituntut untuk lebih terbuka, responsif, dan berpijak pada prinsip keberlanjutan dalam setiap kebijakan yang diambil.

Baca juga :  Soekarno Inspirator Kelestarian Lingkungan

Memperkuat fikrah juga berarti membangun sinergi—antara masyarakat, pemerintah, akademisi, dan gerakan sipil—agar arah pembangunan Sumenep tidak keluar dari rel keadilan ekologis.

Dengan fikrah yang kokoh, kita tidak hanya reaktif terhadap persoalan, tetapi mampu merumuskan masa depan: Sumenep yang hijau, adil, dan berkelanjutan.

Pada akhirnya, menjaga bumi Sumenep adalah menjaga martabat kita sendiri. Dan itu hanya bisa dilakukan ketika fikrah kita teguh—berpihak pada kebenaran, keberlanjutan, dan kepentingan generasi yang akan datang. (*)

Berita Terkait

Trump, Tuan yang Mahasyahwat
Tuhan Terlipat di Lakon Goro-goro
Jelita Menari, Jelata Merana
Kembalilah Nurani
Cukup Engkau Saja
Sahur Kebijakan Publik
Uncle Sam, Cobalah Mengerti
Puasa Bukan Tekanan: Seni Mengajarkan Ramadhan Pada Anak

Berita Terkait

Sabtu, 4 April 2026 - 02:03 WIB

Fikrah Lingkungan untuk Sumenep Berkelanjutan

Jumat, 3 April 2026 - 07:17 WIB

Trump, Tuan yang Mahasyahwat

Jumat, 27 Maret 2026 - 03:01 WIB

Tuhan Terlipat di Lakon Goro-goro

Jumat, 20 Maret 2026 - 00:54 WIB

Jelita Menari, Jelata Merana

Kamis, 19 Maret 2026 - 09:10 WIB

Kembalilah Nurani

Berita Terbaru

Opini

Fikrah Lingkungan untuk Sumenep Berkelanjutan

Sabtu, 4 Apr 2026 - 02:03 WIB

Opini

Trump, Tuan yang Mahasyahwat

Jumat, 3 Apr 2026 - 07:17 WIB