Aktivis Lingkungan Slaman: Jangan Sampai Mangrove di Madura Tinggal Cerita! 

- Jurnalis

Selasa, 10 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivis Lingkungan, Slaman saat menyampaikan gagasan dan aspirasinya pada kegiatan Tadarus Lingkungan yang digelar AJP di Ballroom Azana Style Hotel, Pamekasan. (DOK. KLIKMADURA)

Aktivis Lingkungan, Slaman saat menyampaikan gagasan dan aspirasinya pada kegiatan Tadarus Lingkungan yang digelar AJP di Ballroom Azana Style Hotel, Pamekasan. (DOK. KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Kerusakan ekosistem mangrove di Madura mendapat perhatian serius dari kalangan pegiat lingkungan. Jika tidak segera ditangani secara tegas, dikhawatirkan keberadaan mangrove di wilayah tersebut hanya akan menjadi cerita bagi generasi mendatang.

Hal itu disampaikan Slaman saat menjadi pemateri dalam kegiatan Tadarus Lingkungan yang digelar Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) di Ballroom Azana Style Hotel Pamekasan, Minggu (8/3/2026).

Menurut dia, kondisi mangrove di Madura saat ini cukup memprihatinkan. Jika kerusakan tersebut terus dibiarkan, bukan tidak mungkin suatu saat masyarakat hanya akan mendengar cerita bahwa Madura pernah memiliki hutan mangrove.

Baca juga :  Kapolres Pamekasan Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas Jelang Pemilu 2024

“Saya khawatir ke depan Madura hanya akan memiliki cerita bahwa di sini pernah ada mangrove. Jika persoalan ini terus dibiarkan, generasi berikutnya mungkin hanya akan mendengar kisahnya saja,” ujarnya.

Slaman mengakui pemerintah daerah sebenarnya telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, mulai dari sosialisasi hingga edukasi tentang pentingnya menjaga ekosistem mangrove.

Namun, menurut dia, persoalan sering kali terhenti ketika memasuki tahap penegakan hukum.

“Sering kali masalah lingkungan tersendat ketika sudah naik ke ranah penegakan hukum,” katanya.

Karena itu, ia berharap pemerintah daerah tidak bosan mengawal berbagai persoalan lingkungan yang terjadi di Kabupaten Pamekasan, baik kerusakan di kawasan pesisir maupun di wilayah daratan.

Baca juga :  Pemkab Pamekasan Pastikan Gedung DKP Direvitalisasi Tahun Ini

Ia juga menyinggung adanya skenario yang dimainkan pihak korporasi dalam beberapa kasus lingkungan. Kondisi tersebut, kata dia, kerap memicu perpecahan di tengah masyarakat.

“Awalnya masyarakat bersatu, tetapi kemudian menjadi terpecah karena ada skenario yang dimainkan oleh korporasi,” ungkapnya.

Padahal, menurut dia, dalam beberapa kasus status lahan sebenarnya sudah jelas. Namun, persoalan tetap berlarut-larut hingga memicu kebingungan di kalangan masyarakat.

Slaman menilai, keseriusan pemerintah dalam mengatasi persoalan lingkungan harus terlihat secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir, terutama pada aspek penegakan hukum.

Baca juga :  Sejumlah Jembatan Rusak Parah, Dinas PUPR Pamekasan Usulkan Tiga Proyek Senilai Rp3 Miliar

“Kalau memang serius ingin menyelesaikan persoalan lingkungan, maka penanganannya harus konsisten dari awal hingga akhir,” tegasnya.

Di akhir penyampaiannya, Slaman juga mengajak para jurnalis untuk terus mengawal isu kerusakan lingkungan melalui pemberitaan di media.

“Untuk kawan-kawan jurnalis, jangan bosan. Setiap ada persoalan lingkungan, mari kita angkat ke media agar publik ikut mengawasi,” pungkasnya. (nda)

Berita Terkait

Penutupan Harkopnas Berlangsung Meriah, 15 Ribu Warga Tumpah Ruah Ikuti Jalan Sehat
Polres Pamekasan Tangkap DPO Kasus Investasi Bodong Rp7,8 Miliar 
Kisah Satrio, Bocah Kelas 6 SD di Pamekasan Nyambi Jualan Kacang Rebus Demi Meringankan Beban Orang Tua
Tiga Pelaku Pembunuhan Divonis Lebih Ringan dari Tuntutan, Keluarga Korban Ngamuk di PN Pamekasan
Dinkes Pamekasan Gelar Program Grant Immunization, Target Capaian Imunisasi 100 Persen
38 Kasus HIV Ditemukan di Pamekasan, Pengobatan ARV Hanya Tersedia di Dua Puskesmas
Musholla Milik Lansia di Kecamatan Waru Hangus Terbakar, Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran
Penanganan Dugaan Perusakan Mangrove Jalan di Tempat, PPLH Madura Raya Pertanyakan Keseriusan Polres Pamekasan

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 05:19 WIB

Penutupan Harkopnas Berlangsung Meriah, 15 Ribu Warga Tumpah Ruah Ikuti Jalan Sehat

Minggu, 26 Juli 2026 - 04:24 WIB

Polres Pamekasan Tangkap DPO Kasus Investasi Bodong Rp7,8 Miliar 

Jumat, 24 Juli 2026 - 11:59 WIB

Kisah Satrio, Bocah Kelas 6 SD di Pamekasan Nyambi Jualan Kacang Rebus Demi Meringankan Beban Orang Tua

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:21 WIB

Tiga Pelaku Pembunuhan Divonis Lebih Ringan dari Tuntutan, Keluarga Korban Ngamuk di PN Pamekasan

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:55 WIB

Dinkes Pamekasan Gelar Program Grant Immunization, Target Capaian Imunisasi 100 Persen

Berita Terbaru