JEPANG || KLIKMADURA – Tim riset Universitas Islam Madura (UIM) kembali menunjukkan keseriusannya menembus dunia riset internasional.
Yakni, menjajaki kerja sama dengan peneliti dari National Agriculture and Food Research Organization (NARO) yang merupakan salah satu lembaga riset pertanian terbesar dan paling berpengaruh di Jepang.
Pertemuan tersebut dipimpin oleh Iswahyudi selaku ketua tim riset UIM. Dalam diskusi tersebut, mereka bertukar pandangan dengan peneliti NARO Achmad Gazali, alumnus Gifu University yang kini bertugas di divisi penelitian pemanfaatan fungsi hayati.
Terutama, teknologi pemanfaatan serangga untuk pengendalian hama ramah lingkungan. Selain berkiprah di dunia riset, Gazali juga menjabat sebagai Ketua PCINU Jepang.
Gazali menjelaskan, fokus penelitiannya adalah pengembangan teknologi pengendalian hama berbasis insect endosymbionts. Yaitu, mikroorganisme simbion dalam tubuh serangga yang dapat dimanfaatkan sebagai agen pengendali secara biologis.
“Saya bekerja di bagian penelitian pemanfaatan fungsi hayati, khususnya teknologi pemanfaatan serangga dalam cabang teknologi pengendalian serangga,” ujar peneliti asal Pamekasan itu.
Penelitian yang ia jalankan melibatkan ragam teknik biologi molekuler modern seperti Next Generation Sequencing (NGS), RT-PCR, dan Fluorescence In Situ Hybridization (FISH).
Dengan pendekatan tersebut, karakter organisme simbion dapat diidentifikasi lebih akurat sebagai dasar pengembangan strategi pengendalian hama berbasis bioteknologi.
Sementara itu, tim UIM memperkenalkan penelitian yang tengah dikembangkan terkait reduksi cemaran mikroplastik di lingkungan pertanian melalui pendekatan biodegradasi dan teknologi filtrasi. Riset ini dirancang untuk meminimalkan dampak mikroplastik pada tanah, air, dan sistem pertanian berkelanjutan.
Menurut Gazali, penelitian UIM sangat relevan dengan isu global yang makin mendesak. Dengan demikian, kerja sama tersebut merupakan langkah tepat untuk berkontribusi positif terhadap Madura dan Indonesia.
“Penelitian ini sangat bagus untuk dikembangkan karena persoalan limbah plastik semakin meningkat. Di NARO juga ada rekan yang fokus pada mikroplastik, sehingga peluang kolaborasi sangat terbuka ke depannya,” katanya.
Diskusi ilmiah antara UIM dan NARO ini menjadi pintu awal menuju kerja sama riset berskala internasional. Khususnya, dalam pengembangan inovasi lingkungan pertanian berbasis bioteknologi, penanggulangan cemaran mikroplastik, hingga teknologi pengendalian hama modern.
Langkah ini sekaligus mempertegas posisi UIM sebagai kampus yang serius membangun jejaring global dan berkontribusi dalam isu-isu strategis pertanian berkelanjutan. (nda)














