Diduga Terjadi Pengrusakan Mangrove di Pamekasan, Pemerintah Diminta Tidak Tinggal Diam

- Jurnalis

Minggu, 14 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri PKP Maruarar Sirait memberikan keterangan pers kepada awak media usai raker bersama Komisi V DPR RI. (FOTO: IG @maruararsirait)

Menteri PKP Maruarar Sirait memberikan keterangan pers kepada awak media usai raker bersama Komisi V DPR RI. (FOTO: IG @maruararsirait)

PAMEKASAN, KLIKMADURA – Video alat berat berupa ekslavator diduga melakukan pengrusakan hutang mangrove di pantai selatan Pamekasan viral. Lokasi kejadian tersebut tepatnya di Kecamatan Tlanakan.

Video viral itu sontak memancing reaksi dari berbagai pihak. Sebab, pengrusakan mangrove itu bisa menyebabkan kerusakan ekosistem dan bisa mengundang bencana seperti banjir rob.

Aktivis Pemerhati Lingkungan Slamet Budiarto menyampaikan, mangrove memiliki banyak fungsi. Mulai fungsi menjaga keseimbangan ekosistem hingga menjadi pemecah ombak untuk menahan abrasi hingga banjir rob.

Dengan demikian, mangrove harus dilindungi. Apalagi, keberadaanya di bibir pantai. “Mangrove itu harus dilindungi, bukan malah dirusak,” katanya, Minggu (14/1/2024).

Baca juga :  Soal Kasus Penyerobotan Lahan dan Pengrusakan Mangrove, PT. Budiono Nyatakan ”Siap Perang” di Meja Hijau

Berkaitan dengan dugaan pengrusakan hutan mangrove di pantai selatan Pamekasan, pemerintah diminta tidak tinggal diam.

Pemerintah harus turun tangan untuk menyelesaikan persoalan tersebut sebelum kerusakan semakin meluas.

“Jangan dibiarkan, pemerintah harus turun tangan sebelum kerusakan mangrove semakin meluas,” pintanya.

Slamet menyampaikan, Pemkab Pamekasan harus segera berkoordinasi dengan Pemprov Jatim berkaitan dengan dugaan pengrusakan hutan mangrove tersebut.

Mengingat, pengelolaan pantai dan kawasan pesisir sudah menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Meski demikian, pemkab memiliki tanggung jawab untuk memantau dan melaporkan kejadian di daerah.

Baca juga :  Belum Punya Gedung Permanen, 30 Murid Baru Sekolah Rakyat Pamekasan Dititip di Sampang

Sayangnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan Supriyanto belum bisa dimintai keterangan. (diend)

Berita Terkait

Polres Pamekasan Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Dugaan Penyalahgunaan Data Pribadi, Satu Oknum Pengacara Buron
Mahasiswa KKN UTM Sulap Limbah Tembakau Jadi Biopestisida, Hadirkan Mesin Ekstraksi Ramah Lingkungan
MPLS SMAN 1 Pamekasan Berjalan Sukses, Ditutup Pegelaran Seni dan Parade 28 Ekstrakurikuler
SMAN 4 Pamekasan Tanamkan Integritas Sejak MPLS, Kenalkan 18 Ekstrakurikuler Unggulan
DPRD Pamekasan Rampungkan Pembahasan LPJ APBD 2025, Empat Aspek Kinerja SKPD Jadi Sorotan
Pemkab Pamekasan Siapkan Pelantikan Pejabat, Rotasi Dilaksanakan Bertahap
SKK Migas-Medco Energi Gandeng Wartawan Pamekasan Kupas Industri Hulu Migas hingga Ketahanan Energi Nasional
Mengabdi di Desa Pagagan, Mahasiswa KKN Unira Usung Digitalisasi Potensi Lokal dan Pengelolaan Sampah

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 14:31 WIB

Polres Pamekasan Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Dugaan Penyalahgunaan Data Pribadi, Satu Oknum Pengacara Buron

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:05 WIB

Mahasiswa KKN UTM Sulap Limbah Tembakau Jadi Biopestisida, Hadirkan Mesin Ekstraksi Ramah Lingkungan

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:46 WIB

MPLS SMAN 1 Pamekasan Berjalan Sukses, Ditutup Pegelaran Seni dan Parade 28 Ekstrakurikuler

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:41 WIB

SMAN 4 Pamekasan Tanamkan Integritas Sejak MPLS, Kenalkan 18 Ekstrakurikuler Unggulan

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:34 WIB

DPRD Pamekasan Rampungkan Pembahasan LPJ APBD 2025, Empat Aspek Kinerja SKPD Jadi Sorotan

Berita Terbaru