KKP Turun Tangan, Pasang Plang Larangan Penambangan Pasir di Pulau Gili Raja

- Jurnalis

Kamis, 13 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim dari PSDKP Benoa, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama masyarakat memasang plang larangan penambangan pasir di Desa Lombang, Pulau Gili Raja, Sumenep.

Tim dari PSDKP Benoa, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama masyarakat memasang plang larangan penambangan pasir di Desa Lombang, Pulau Gili Raja, Sumenep.

SUMENEP || KLIKMADURA – Abrasi pantai di Desa Lombang, Pulau Gili Raja, Kecamatan Pulau Giligenting, Sumenep yang disebabkan kegiatan penambangan pasir menjadi perhatian pemerintah pusat.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Pangkalan PSDKP Benoa turun tangan memasang plang larangan penambangan pasir di lokasi tersebut, Rabu (12/2/2025). Bahkan, mengenai abrasi yang sudah terjadi, akan segera dicarikan solusi.

Tokoh Masyarakat Desa Lombang, Sudarsono mengatakan, kedatangan tim dari Pangkalan PSDKP Benoa memberikan angin segar bagi masyarakat. Sebab, kondisi abrasi yang terjadi di desa tersebut sangat mengkhawatirkan.

Baca juga :  Rekonstruksi Dugaan Pengeroyokan ODGJ Sapudi Ungkap Fakta Baru, Terdakwa Ternyata Dicekik

Kondisinya sangat parah sehingga lahan pertanian dan permukiman penduduk terancam terkikis. Dengan adanya perhatian dari pemerintah pusat, diharapkan segera ada solusi terkait abrasi tersebut.

”Kami menyambut baik kedatangan tim dari PSDKP Benoa yang merupakan kepanjangan tangan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Semoga persoalan abrasi ini segera teratasi,” katanya.

Sudarsono menyampaikan, salah satu yang dibutuhkan untuk mengatasi persoalan abrasi itu adalah pembangunan tangkis laut. Tanpa adanya pembangunan tersebut, daratan Desa Lombang akan terus terkikis.

Bahkan, pembangunan tangkis laut itu dinilai urgent dan harus disegerakan. Sebab, setiap hari abrasi semakin meluas dan mengancam lahan milik warga.

Baca juga :  Dinilai Langgar Aturan, IKSASS Kangean Tolak Tambang Migas

”Kami beharap, semoga segera ada solusi dari pemerintah terkait abrasi ini. Menurut kami, salah satu solusi agar abrasi tidak semakin meluas, harus ada pembangunan tangkis laut,” tandasnya.

Untuk diketahui, abrasi pantai yang terjadi di Desa Lombang, Pulau Gili Raja, Kecamatan Giligenting itu cukup parah. Beberapa waktu lalu, video yang memperlihatkan kondisi daratan yang terkikis abrasi viral di media sosial.

Kondisi tersebut mendapat sorotan dari berbagai pihak. Sebab, abrasi pantai itu diduga dipicu kegiatan penambangan pasir. (diend)

Berita Terkait

Polisi Gerebek Rumah di Pulau Pagerungan Besar, Dua Pria dan Tujuh Poket Sabu Diamankan
ISNU, Universitas Annuqayah dan Baznas Sumenep Kolaborasi Tanam Pohon, Santri Terima Beasiswa
Pimpin Hari Jadi ke-757 Sumenep, Bupati Fauzi Beberkan 16 Penghargaan dan Komitmen Pemerataan Pembangunan
Bupati Fauzi Ajak Masyarakat Jaga Warisan Raja-Raja, dari Nilai Agama hingga Gotong Royong
Peringati Hari Jadi ke-757, Bupati Fauzi Gerakkan ASN dan Pelajar Cintai Budaya Sumenep
Perawat Puskesmas Dasuk Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba
Ansor Sumenep Gandeng BLK, Cetak Kader Terampil dan Siap Buka Peluang Usaha
Bukan Sekadar Hobi, Merpati Gingging Dibidik Jadi Ikon Kebanggaan Sumenep

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 03:42 WIB

Polisi Gerebek Rumah di Pulau Pagerungan Besar, Dua Pria dan Tujuh Poket Sabu Diamankan

Minggu, 1 November 2026 - 07:31 WIB

ISNU, Universitas Annuqayah dan Baznas Sumenep Kolaborasi Tanam Pohon, Santri Terima Beasiswa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 04:02 WIB

Pimpin Hari Jadi ke-757 Sumenep, Bupati Fauzi Beberkan 16 Penghargaan dan Komitmen Pemerataan Pembangunan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:28 WIB

Bupati Fauzi Ajak Masyarakat Jaga Warisan Raja-Raja, dari Nilai Agama hingga Gotong Royong

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:44 WIB

Peringati Hari Jadi ke-757, Bupati Fauzi Gerakkan ASN dan Pelajar Cintai Budaya Sumenep

Berita Terbaru