Bupati Fauzi Turun Tangan Atasi Kekeringan, 1,2 Juta Liter Air Bersih Disalurkan kepada Warga Terdampak

- Jurnalis

Senin, 5 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyalurkan secara simbolis air bersih kepada warga terdampak. (DOK. KLIKMADURA)

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyalurkan secara simbolis air bersih kepada warga terdampak. (DOK. KLIKMADURA)

SUMENEP || KLIKMADURA – Kepedulian Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo terhadap warga terdampak kekeringan diwujudkan melalui penyaluran 1,2 juta liter air bersih ke sejumlah wilayah yang mengalami krisis air.

Salah satu sasaran bantuan tersebut adalah warga Desa Langsar, Kecamatan Saronggi, yang telah mengalami kesulitan mendapatkan air bersih selama sekitar empat bulan akibat kemarau panjang.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo turut turun langsung dalam pendistribusian bantuan air bersih kepada masyarakat Langsar, Senin (5/10/2026).

Penyaluran dilakukan bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Timur, Baznas Kabupaten Sumenep, Kodim 0827 Sumenep, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Dinas Sosial Kabupaten Sumenep.

Achmad Fauzi mengatakan, pemerintah daerah tidak ingin masyarakat menghadapi persoalan kekurangan air bersih seorang diri. Karena itu, penanganan kekeringan dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

Baca juga :  DPMD Sumenep Pastikan Pilkades 2027 Digelar Dua Sistem, 246 Desa Siap Pilih Pemimpin Baru

“Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Ketika ada warga yang kesulitan mendapatkan air akibat kemarau, pemerintah harus hadir dan memastikan kebutuhan tersebut bisa terpenuhi,” kata Achmad Fauzi.

Menurutnya, distribusi air bersih menjadi salah satu langkah cepat yang dilakukan pemerintah untuk membantu masyarakat di tengah kemarau panjang. Bantuan akan diarahkan kepada wilayah yang berdasarkan pemetaan mengalami dampak kekeringan.

“Kami terus melakukan pemantauan terhadap daerah-daerah yang mengalami kekeringan. Bantuan air bersih ini akan terus disalurkan agar masyarakat tidak sampai kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Achmad Fauzi juga mengapresiasi keterlibatan Baznas Jatim dan Baznas Sumenep serta sejumlah instansi dalam penanganan krisis air bersih tersebut.

“Ini bentuk gotong royong. Pemerintah bersama Baznas, TNI, BPBD dan Dinas Sosial bergerak bersama untuk membantu masyarakat. Harapannya, bantuan ini benar-benar bisa meringankan beban warga,” ungkapnya.

Baca juga :  Puluhan Kendaraan Dinas Milik Pemkab Sumenep Bakal Dilelang

Kondisi kekurangan air bersih salah satunya dirasakan warga Desa Langsar. Ketua RT 13 Desa Langsar, Masdarun, mengatakan masyarakat mulai mengalami kesulitan memperoleh air sejak Juli 2026.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga terpaksa membeli air dengan harga sekitar Rp80 ribu untuk satu pikap. Pengeluaran tersebut menjadi beban tambahan bagi masyarakat karena air dibutuhkan untuk berbagai keperluan rumah tangga.

“Warga mulai mengalami kekurangan air bersih sejak bulan tujuh lalu. Untuk memenuhi kebutuhan air, warga terpaksa membeli. Satu pikap air harganya sekitar Rp80 ribu,” ujar Masdarun.

Air yang dibeli warga, lanjut dia, digunakan tidak hanya untuk minum dan memasak, tetapi juga mandi serta kebutuhan rumah tangga lainnya.

Baca juga :  Warga Sumenep Keberatan Progam Mudik Gratis Kemenhub Pakai Aplikasi Express Bahari Mobile

Sementara itu, Ketua Baznas Sumenep Ahmad Rahman menyampaikan, penyaluran air bersih merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan.

“Kami Baznas Sumenep bersama Baznas Jawa Timur, bersama Bupati, BPBD dan Dinas Sosial, turun langsung memberikan bantuan air bersih kepada warga Langsar,” katanya.

Ahmad Rahman memastikan distribusi air bersih akan terus dilakukan ke sejumlah wilayah di Kabupaten Sumenep yang mengalami krisis air akibat kemarau panjang.

Menurutnya, perhatian juga akan diberikan kepada masyarakat di wilayah kepulauan yang menghadapi persoalan serupa.

“Kami akan terus melakukan distribusi air bersih ke daerah-daerah yang mengalami krisis air. Termasuk wilayah kepulauan, karena di sana juga banyak masyarakat yang terdampak kekeringan,” pungkasnya. (nda)

Berita Terkait

DPMD Sumenep Pastikan Pilkades 2027 Digelar Dua Sistem, 246 Desa Siap Pilih Pemimpin Baru
Praktik Renang Berujung Duka, Siswa SMAN 1 Ambunten Meninggal di Sungai Nangka
Pria 43 Tahun Diamankan Polsek Kangean, Diduga Cabuli Anak di Ruang Guru SD
Hadiri Kick Off Peringatan HSN 2026, Bupati Fauzi: Momentum Menghargai Perjuangan Para Syuhada
Buka Turnamen Mini Soccer U-13, Bupati Fauzi Dorong Pembinaan Sepak Bola Sumenep Dimulai Sejak Bangku SD
Bupati Fauzi Ajak Generasi Muda Jadikan Pancasila Pedoman Bermedia Sosial
Berkat Sentuhan OJK, Pelaku UMKM Makin Cakap Kelola Keuangan dan Mampu Buka Lapangan Pekerjaan
Layani 534 Calon Jamaah Haji, Imigrasi Pamekasan Jemput Bola Urus Paspor Elektronik di Sumenep

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:30 WIB

Bupati Fauzi Turun Tangan Atasi Kekeringan, 1,2 Juta Liter Air Bersih Disalurkan kepada Warga Terdampak

Senin, 5 Oktober 2026 - 03:55 WIB

DPMD Sumenep Pastikan Pilkades 2027 Digelar Dua Sistem, 246 Desa Siap Pilih Pemimpin Baru

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 02:20 WIB

Praktik Renang Berujung Duka, Siswa SMAN 1 Ambunten Meninggal di Sungai Nangka

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:10 WIB

Pria 43 Tahun Diamankan Polsek Kangean, Diduga Cabuli Anak di Ruang Guru SD

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:45 WIB

Hadiri Kick Off Peringatan HSN 2026, Bupati Fauzi: Momentum Menghargai Perjuangan Para Syuhada

Berita Terbaru