SUMENEP || KLIKMADURA – Ajang Jambore Swasta (JAMSTA) Regional Madura 2026 resmi ditutup dengan gebrakan besar yang mengejutkan seluruh peserta dan pembina.
Gelaran akbar yang dipusatkan di Gerakan Pramuka Lembaga Pendidikan Bustanul Ulum Pakamban Daya, Pragaan, Sumenep ini melahirkan para juara yang dinilai melalui SK Panitia Pelaksana Nomor 45/LPBU/PRABU/JAMSTA/II/2026.
Penetapan yang diumumkan pada 7 Februari 2026 itu menjadi puncak dari persaingan ketat antar regu pramuka penggalang se-Madura.
Tahun ini, perhatian publik tertuju pada dua regu yang tampil luar biasa. Yakni, ASOKA PMH dari MTS Mambaul Hikmah Sera Barat Bluto Sumenep. Sementara, di kategori putri dan TYTO ALBA dari lembaga yang sama di kategori putra.
Keduanya tampil begitu mendominasi hingga sulit dibendung oleh pesaing lain. ASOKA PMH bahkan sukses mengguncang panggung JAMSTA dengan raihan tiga trofi juara umum pada berbagai kategori lomba, sekaligus dianugerahi predikat Spesial Champion 2026.
TYTO ALBA tampil tak kalah garang dengan meraih Juara Umum Rekapitulasi Nilai Rotasi Putra, memperlihatkan bahwa Mambaul Hikmah benar-benar menguasai arena tahun ini.
Tak hanya itu, puncak euforia semakin meriah dengan terpilihnya Ahmad Hissil Arby dari TYTO ALBA sebagai Raja FYP (Duta Jamska) dan Aulin Nuha dari regu ASOKA PSY sebagai Ratu FYP (Duta Jamski).
Keduanya terpilih sebagai ikon baru yang merepresentasikan kreativitas, karakter, dan jiwa pramuka modern yang menginspirasi peserta lainnya.
Deretan juara dari berbagai kategori menambah panasnya persaingan. TYTO ALBA menduduki posisi teratas pada LKBB Putra, disusul Garuda Sakti MTS Darul Ulum Ganding dan Ababil Junior MTS Raudlatul Ulum Robatal.
Di kategori Yel Step Putri, ASOKA PMH kembali tak tergoyahkan, sementara Kamboja dan ASOKA DAFA berada di posisi dua dan tiga.
Dominasi ASOKA PMH tak berhenti di sana, mereka memimpin penuh di Mini Pionering Putri, SSC Putri, hingga Kreasi Tempat Sampah Putri.
Sementara dari sektor putra, Black Eagle dari PP Nurul Islam Ganding beberapa kali mencuri perhatian dengan perolehan posisi puncak di beberapa cabang lomba.
Regu Tergiat pun tak kalah menarik, dengan Ababil Junior menyabet gelar tergiat putra dan Kamboja dari Al Farhan Muncek menjadi regu tergiat putri.
Atmosfer kompetisi yang begitu ketat membuat kemenangan tahun ini dianggap sebagai salah satu yang paling prestisius sepanjang sejarah penyelenggaraan JAMSTA.
Ketua Panitia JAMSTA 2026 dalam keterangannya menegaskan bahwa seluruh hasil penilaian juri bersifat sah, final, dan tidak dapat diganggu gugat.
Ia berharap kemenangan ini mampu memotivasi peserta untuk terus berprestasi, sekaligus memperkuat nilai-nilai kepramukaan seperti sportivitas, kreativitas, dan persaudaraan.
Penutupan JAMSTA 2026 tidak hanya meninggalkan daftar juara, tetapi juga mempererat hubungan antarlembaga pendidikan se-Madura.
Semangat persaudaraan yang terjalin selama kegiatan ini menjadi energi positif untuk perkembangan pramuka di masa mendatang.
Dengan prestasi gemilang yang tercipta, khususnya dominasi spektakuler dari ASOKA PMH dan TYTO ALBA, JAMSTA Regional Madura 2026 dipastikan menjadi salah satu edisi yang paling membekas dalam ingatan para peserta. (nda)














