SAMPANG || KLIKMADURA – Polemik Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Polagan 3, Kabupaten Sampang, terus memanas.
Sejumlah kepala sekolah protes lantaran makanan yang diberikan kepada siswa dinilai tidak sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN).
Seorang ahli gizi yang diwawancarai Klik Madura menegaskan, menu berupa roti sachet, satu butir telur, satu buah jeruk, dan susu kecil masih jauh dari standar Badan Gizi Nasional (BGN).
“Itu belum sesuai dengan ketentuan standar nilai gizi BGN. Kandungan gizinya belum proporsional. Harus ada diversifikasi menu agar anak-anak mendapat asupan lebih seimbang,” ungkapnya melalui sambungan WhatsApp, Kamis (11/9/2025).
Kepala SPPG Polagan 3, Illiyin menegaskan, menu MBG yang dibagikan sudah sesuai standar BGN. Mengenai kemasan, diakui memang masih menggunakan plastik agar praktis. Namun, sebagian sudah memakai kotak.
“Ahli gizi kami sudah menyiapkan sesuai standar BGN. Untuk kemasan memang plastik agar praktis dibawa pulang. Sebagian sudah memakai ompreng,” terangnya.
Illiyin bahkan membantah menu MBG yang beredar di media. Menurut dia, foto menu yang beredar itu bukan dari SPPG yang dia pimpin.
“Kami terkejut dengan menu yang dicantumkan di media, karena itu bukan menu dari kami,” tegasnya.
Namun, salah satu kepala sekolah memastikan bahwa pihaknya hanya menerima MBG dari dapur Polagan 3. Foto yang beredar di media itu merupakan menu makanan dari SPPG Polagan 3.
“Jika memang bukan dari SPPG Polagan 3, saya siap didatangkan atau mereka datang ke sekolah kami. Faktanya, kami tidak menerima MBG dari pihak lain,” tandasnya.
sejumlah sekolah juga mengeluhkan menu makanan yang dinilai kurang. Salah satunya, pernah tidak ada ikannya.
“Ada menu yang sama sekali tidak ada ikannya. Itu sempat dibicarakan di grup sekolah-sekolah,” ujar seorang guru.
Penanggung jawab dapur MBG Polagan 3, Tedi, menilai sorotan tidak adil jika hanya diarahkan ke dapur Polagan 3. Menurut dia, seharusnya sorotan dilakukan ke semua dapur MBG.
“Kebanyakan dapur lain juga punya problem serupa soal kandungan gizi dan distribusi,” tandasnya. (san/nda)














