Kasatreskrim Polres Sampang Wariskan Tunggakan Sejumlah Kasus Kekerasan Seksual

- Jurnalis

Jumat, 24 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua MDW, Siti Farida. (KLIKMADURA)

Ketua MDW, Siti Farida. (KLIKMADURA)

SAMPANG || KLIKMADURA — Lembaga pemantau kebijakan publik Madura Development Watch (MDW) menyoroti lambannya penanganan kasus kekerasan dan pencabulan terhadap anak di Kabupaten Sampang.

Menjelang masa purna tugas Kasat Reskrim Polres Sampang, AKP Safril Selfianto, publik mulai menagih tanggung jawab atas sederet kasus yang belum menunjukkan arah penyelesaian hukum yang jelas.

Ketua MDW, Siti Farida, menilai masyarakat mulai kehilangan kepercayaan terhadap aparat penegak hukum, terutama dalam kasus kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan yang kerap berlarut-larut tanpa kepastian.

“Saat pelaku masih berkeliaran di kampungnya, polisi sibuk dengan pengumpulan barang bukti. Padahal korbannya sudah jelas. Baru setelah kami desak dan turun jalan, baru ada tindakan,” tegasnya, Kamis (23/10/2025).

Baca juga :  Wow!! Ada 1.536 Janda Muda di Kabupaten Sampang

Menurut Farida, lemahnya keberpihakan aparat menjadi indikator utama mandeknya keadilan bagi korban. Dia menegaskan, kasus kekerasan terhadap anak bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi juga bentuk pengkhianatan terhadap kemanusiaan.

“Masyarakat sudah mulai menilai sendiri. Kalau korban anak kecil saja tidak segera ditangani, bagaimana dengan kasus lainnya,” ujarnya dengan nada kecewa.

Sorotan MDW semakin kuat setelah sejumlah kasus kekerasan seksual di Sampang mencuat ke permukaan. Salah satunya, kasus pencabulan terhadap remaja berusia 17 tahun yang dilaporkan sejak Agustus, namun hingga kini terduga pelaku masih bebas berkeliaran.

Baca juga :  Pemuda Asal Karang Penang Sampang Jadi Korban Hipnotis Jual Beli Motor, Rp26,2 Juta Raib

Kasus serupa juga terjadi pada September 2025. Puluhan mahasiswa dan warga turun ke jalan menggelar demonstrasi di depan Mapolres Sampang, menuntut agar polisi segera menuntaskan kasus kekerasan seksual terhadap anak yang diduga mandek di tahap penyidikan.

MDW menilai gelombang aksi itu adalah bentuk nyata kekecewaan masyarakat terhadap kinerja penegak hukum.

“Aparat tidak boleh menunggu tekanan publik baru bergerak. Kasus yang menimpa anak-anak harus jadi prioritas, bukan sekadar formalitas,” tegas Farida.

Ia berharap Polres Sampang melakukan evaluasi menyeluruh agar kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan tidak terus menjadi catatan kelam di ujung masa jabatan pejabat kepolisian.

Baca juga :  Jaring Atlet Berprestasi, Disdik Sampang Gelar O2SN Tingkat SMP

“Kami tidak ingin kasus-kasus ini terus menjadi noda di tengah masyarakat. Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu,” pungkasnya. (san/nda)

Berita Terkait

25.703 RTLH Menunggu Perbaikan, Pemkab Sampang Hanya Mampu Rehabilitasi 19 Rumah
Pemkab Sampang Tegaskan Pertamini Dilarang Jual BBM Subsidi, Pengawasan Distribusi Diperketat
Beli BBM Subsidi Pakai Jeriken Tak Melanggar, Asal Kantongi Surat Rekomendasi
Sekda Sampang Segera Pensiun, Publik Desak Pemkab Siapkan Pengganti Tanpa Celah Kekosongan Jabatan
Dendam Kesumat Berujung Pembacokan, Warga Kedungdung Sampang Alami Luka Serius
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Sampang: Kritik Publik Jadi Energi Berbenah, Polri Tak Bisa Bekerja Sendiri
Puluhan Dapur MBG di Sampang Diduga Belum Bayar Pajak Air Tanah, Satgas Lempar Tanggung Jawab, Dinpendaloka Bungkam
Kuota SD Sekolah Rakyat di Sampang Tak Terpenuhi, Orang Tua Ragu Lepas Anak Tinggal di Asrama

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 04:59 WIB

25.703 RTLH Menunggu Perbaikan, Pemkab Sampang Hanya Mampu Rehabilitasi 19 Rumah

Jumat, 3 Juli 2026 - 09:03 WIB

Pemkab Sampang Tegaskan Pertamini Dilarang Jual BBM Subsidi, Pengawasan Distribusi Diperketat

Kamis, 2 Juli 2026 - 04:29 WIB

Sekda Sampang Segera Pensiun, Publik Desak Pemkab Siapkan Pengganti Tanpa Celah Kekosongan Jabatan

Rabu, 1 Juli 2026 - 08:37 WIB

Dendam Kesumat Berujung Pembacokan, Warga Kedungdung Sampang Alami Luka Serius

Rabu, 1 Juli 2026 - 08:32 WIB

Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Sampang: Kritik Publik Jadi Energi Berbenah, Polri Tak Bisa Bekerja Sendiri

Berita Terbaru