Warga Pamekasan Jadi Korban Travel Bodong, Rugi Rp47,5 Juta

- Jurnalis

Senin, 19 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rekaman CCTV yang memperlihatkan terduga pelaku travel bodong. (KLIKMADURA)

Rekaman CCTV yang memperlihatkan terduga pelaku travel bodong. (KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Seorang warga Kelurahan Kowel, Kabupaten Pamekasan, Faisol Alfian menjadi korban dugaan penipuan oleh travel bodong saat mengirim burung jenis Amazon ke Bali. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian hingga Rp47,5 juta.

Peristiwa itu bermula saat Faisol hendak menjual burung Amazon kepada pembeli berinisial TN yang berasal dari Bali.

Untuk proses pengiriman, korban mencari jasa travel dari Pamekasan ke Bali melalui grup Facebook bernama Travel Madura.

“Dalam grup itu, saya mendapat tawaran pengiriman paket melalui jasa bernama PT Cahaya Cantik Trans. Saya kemudian menghubungi admin berinisial EB dan disepakati ongkos kirim sebesar Rp475 ribu,” katanya, Senin (19/1/2026).

Baca juga :  Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Kualitas SDM, UIM Jalin Kerja Sama Internasional

Setelah itu admin EB memberikan nomor WhatsApp driver atas nama Mutiara Tour and Travel yang akan menjemput paket Pada hari Sabtu (10/1/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.

Paket burung Amazon beserta sangkarnya diserahkan kepada seseorang yang mengaku sebagai rekan driver berinisial ED.

Namun setelah paket dikirim, Faisol tidak lagi mendapat kabar. Nomor driver maupun admin travel tidak dapat dihubungi. Hingga saat ini paket burung tersebut tidak pernah sampai ke pembeli di Bali.

“Setelah paket dikirim, saya tidak mendapat kabar sama sekali. Nomor driver dan admin travel tidak bisa dihubungi,” ujarnya.

Baca juga :  Polres Pamekasan Ringkus Komplotan Pelaku Curanmor, Satu Tersangka Masih Buron

Faisol melakukan penelusuran sendiri dan menemukan sejumlah kejanggalan. Admin EB mengaku tidak mengenal driver Mutiara yang sebelumnya direkomendasikan.

“Paket burung itu ternyata hanya sampai di Situbondo, lalu diambil menggunakan jasa ojek online dan diserahkan kepada pihak yang mengaku sebagai driver Mutiara,” ucapnya.

Parahnya, burung Amazon milik Faisol dijual kepada pembeli lain bernama Raja Parrot Indonesia yang berlokasi di Bandung.

“Beruntungnya saat pembeli saya hubungi, dia bersikap kooperatif dengan memberikan bukti percakapan, rekaman CCTV, hingga data transaksi,” tuturnya.

Atas kejadian itu, Faisol melaporkan dugaan penggelapan tersebut ke Polres Pamekasan pada Selasa (13/1/2026).

Baca juga :  Setahun Lebih Kasus Pengrusakan Mangrove Tak Kunjung Ada Tersangka, ARCI Soroti Kinerja Polres Pamekasan

“Saya harap aparat penegak hukum segera mengusut tuntas kasus tersebut agar pelaku dapat diproses sesuai ketentuan hukum dan tidak menimbulkan korban lain di kemudian hari,” katanya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Pamekasan, AKP Doni Setiawan membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menyampaikan bahwa kasus tersebut masih dalam tahap proses tindak lanjut.

“Kami masih proses untuk ditindaklanjuti,” katanya saat dihubungi melalui pesan WhatsApp. (ibl/nda)

Berita Terkait

Tutup MPLS dengan Perkajum, SMAN 1 Pakong Perkuat Karakter Siswa dan Budaya Religius
SMKN 1 Pamekasan Resmi Tutup MPLS, Kepsek Harap Siswa Baru Cepat Beradaptasi dan Berprestasi
SMKN 1 Tlanakan Tutup MPLS dengan Penampilan Ekstrakurikuler, Dorong Siswa Baru Kembangkan Potensi
MPLS SMAN 1 Waru Resmi Ditutup, Kepsek Tanamkan Disiplin dan Tanggung Jawab Sejak Hari Pertama Sekolah
DPRD Pamekasan Siapkan Rekomendasi Keras, OPD dengan Rapor Merah Terancam Dipangkas Anggaran
SMAN 1 Galis Libatkan Wali Murid Sejak Pra-MPLS, Perkuat Sinergi Bentuk Karakter Siswa
SMK Kesehatan Nusantara Pamekasan Masih Disegel, MPLS Tak Bisa Digelar
SMAN 1 Pademawu Rawat Budaya Lokal Lewat Ekstrakurikuler, Siapkan Wadah Minat dan Bakat Siswa Baru

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 02:08 WIB

Tutup MPLS dengan Perkajum, SMAN 1 Pakong Perkuat Karakter Siswa dan Budaya Religius

Jumat, 17 Juli 2026 - 23:54 WIB

SMKN 1 Pamekasan Resmi Tutup MPLS, Kepsek Harap Siswa Baru Cepat Beradaptasi dan Berprestasi

Jumat, 17 Juli 2026 - 13:19 WIB

SMKN 1 Tlanakan Tutup MPLS dengan Penampilan Ekstrakurikuler, Dorong Siswa Baru Kembangkan Potensi

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:00 WIB

MPLS SMAN 1 Waru Resmi Ditutup, Kepsek Tanamkan Disiplin dan Tanggung Jawab Sejak Hari Pertama Sekolah

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:04 WIB

DPRD Pamekasan Siapkan Rekomendasi Keras, OPD dengan Rapor Merah Terancam Dipangkas Anggaran

Berita Terbaru