PAMEKASAN || KLIKMADURA – Kasus keracunan makanan bergizi gratis (MBG) di TK Al-Falah Tlanakan, Pamekasan berbuntut panjang. Sebanyak 12 anak mengalami keracunan setelah mengonsumsi MBG pada Selasa (9/9/2025).
Guru TK Al-Falah, Millatul Karimah, menceritakan, makanan itu awalnya diberikan oleh guru SMK Ma’arif 1 Pamekasan karena ada sisa jatah. Hari pertama tidak terjadi masalah. Namun, pada hari kedua justru muncul gejala keracunan.
“Hari pertama dikasih tidak terjadi apa-apa. Besoknya malah ada kejadian yang tidak kami inginkan. Bukan hanya anak-anak TK, tapi juga ada siswa SMK yang mengeluh pusing dan muntah-muntah,” ungkapnya, Rabu (10/9/2025).
Gejala keracunan tidak langsung muncul di sekolah. Anak-anak baru merasakan pusing, lemas, muntah, hingga demam saat sudah di rumah.
Sebagian besar dibawa ke Puskesmas Tlanakan, sementara tiga anak dirujuk ke RSUD Smart Pamekasan karena ruang puskesmas penuh.
Total enam anak dirawat. Tiga di antaranya sudah pulang, sedangkan tiga siswa yang berada di RSUD Smart masih menjalani perawatan karena kondisi belum pulih.
“Guru kami juga ada yang ikut keracunan, tapi sudah tertangani melalui rawat jalan,” tambah Mila.
Pasca kejadian tersebut, pihak TK Al-Falah menegaskan tidak akan lagi menerima MBG dari dapur SPPG Larangan Tokol, Tlanakan.
Pihak sekolah memilih menunggu jadwal pembagian berikutnya pada 26 September 2025 dengan mencari dapur yang lebih higienis dan terjamin kandungan gizinya.
“Kami minta atasan lebih ketat mengawasi dapur SPPG di semua wilayah, khususnya di Kecamatan Tlanakan. Ahli gizi yang menangani juga harus benar-benar kompeten,” tegas Mila.
Sementara itu, perwakilan Mitra Dapur SPPG Larangan Tokol, Syaiful Arif, menghormati keputusan sekolah. Ia menyebut, kasus keracunan itu menjadi pelajaran berharga agar pelayanan lebih ditingkatkan.
“Sepanjang data kami, penerima manfaat sebenarnya bukan TK, melainkan SMK. Tapi yang lebih penting, kami tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik. Ini tanggung jawab kami, bukan hanya ke sekolah tapi juga secara moral kepada siswa,” tandasnya. (enk/nda)














