Sengketa Lahan Sekolah di Pamekasan Memanas, Ahli Waris Ancam Tempuh Jalur Hukum

- Jurnalis

Selasa, 2 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ahli waris lahan di Yayasan Madrasah Ibtidaiyah dan TK Aisyiyah Bustanul Athfal 4 Pamekasan Siti Nurul Aini Siska menunjukkan beberapa dokumen kepemilikan lahan (LAILIYATUN NURIYAH/KLIK MADURA).

Ahli waris lahan di Yayasan Madrasah Ibtidaiyah dan TK Aisyiyah Bustanul Athfal 4 Pamekasan Siti Nurul Aini Siska menunjukkan beberapa dokumen kepemilikan lahan (LAILIYATUN NURIYAH/KLIK MADURA).

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Sengketa lahan yang digunakan sebagai lokasi lembaga pendidikan kembali mencuat di Kabupaten Pamekasan. Pengelola Yayasan Madrasah Ibtidaiyah dan TK Aisyiyah Bustanul Athfal 4 Pamekasan terancam berurusan dengan hukum.

Sebab, yang digunakan untuk lembaga pendidikan itu diklaim sebagai milik almarhum Matirap atau Pak Sakidin. Siti Nurul Aini ahli waris almarhum akan melapor terkait dugaan penyerobotan lahan, penipuan, dan pemalsuan dokumen.

Menurut Siska, persoalan tersebut bermula saat keluarga mempertanyakan pembangunan kamar mandi yang berada di dekat area pemakaman keluarga. Keluarga menilai lokasi pembangunan tersebut tidak pantas karena berdekatan dengan makam para leluhur.

“Tentu hal ini tidak etis. Kamar mandi dibangun dekat pemakaman keluarga. Kami sudah menegur sejak beberapa tahun lalu, tetapi tidak pernah diindahkan,” katanya.

Baca juga :  Jika Pasangan AMIN Menang, Pengamat Menilai Mas Tamam Berpeluang Jadi Menteri

Ia mengaku pihak yayasan beranggapan lahan tersebut sepenuhnya menjadi milik mereka sehingga tidak merasa perlu mempertimbangkan keberatan dari pihak keluarga.

Siska menjelaskan, lahan yang saat ini digunakan untuk kegiatan pendidikan tersebut pada awalnya memang diberikan oleh keluarganya puluhan tahun lalu.

Namun, menurutnya, terdapat perbedaan pemahaman terkait status dan proses pengalihan hak atas tanah tersebut.

“Pihak yayasan menyebut lahan itu diperoleh melalui pembelian. Sementara kami mempertanyakan dokumen-dokumen yang menjadi dasar klaim tersebut, termasuk bukti transaksi maupun dokumen pendukung lainnya,” ujarnya.

Ia menilai, selama ini pihak ahli waris tidak pernah dilibatkan dalam berbagai pembahasan yang berkaitan dengan keberadaan yayasan maupun pengelolaan aset yang berdiri di atas lahan tersebut.

Baca juga :  SMKN 1 Pamekasan Gelar BTS Klik Madura, Kepsek Dorong Siswa Kuasai Dunia Broadcasting di Era Digital

Karena itu, keluarga memutuskan untuk meninjau kembali status hibah yang sebelumnya diberikan dengan harapan lembaga pendidikan tersebut dapat dikelola sesuai dengan tujuan awal keluarga.

Siska mengungkapkan, pihak ahli waris telah melayangkan dua kali somasi kepada pengelola yayasan. Somasi pertama dikirim sekitar enam bulan lalu, sedangkan somasi kedua dilayangkan satu bulan yang lalu.

Namun, hingga saat ini belum ada penyelesaian yang dianggap memuaskan sehingga keluarga berencana membawa persoalan tersebut ke ranah hukum.

“Kami sudah menempuh langkah persuasif melalui somasi. Karena belum ada titik temu, kami mempertimbangkan untuk melaporkan persoalan ini secara resmi kepada pihak kepolisian,” tegasnya.

Baca juga :  Segel TK ABA IV Dibuka Paksa, Polres Pamekasan Dalami Laporan Ahli Waris

Ia juga mengaku masih memegang sejumlah dokumen yang diyakini menjadi bukti kepemilikan keluarga atas lahan tersebut, termasuk data yang tercatat dalam administrasi pertanahan desa.

“Dokumen Letter C masih ada dan data yang tercatat juga masih sesuai. Kami berharap persoalan ini bisa menemukan titik terang,” tandasnya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Yayasan Madrasah Ibtidaiyah dan TK Aisyiyah Bustanul Athfal 4 Pamekasan maupun pihak yang disebut dalam laporan untuk memberikan tanggapan atas tudingan tersebut. (enk/nda)

Berita Terkait

Sengketa Lahan TK ABA IV Pamekasan Berlanjut, Pelapor Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Penuhi Panggilan Polres
Polisi Usut Pembongkaran Indomaret di Palengaan, Sejumlah Pihak Bakal Dipanggil
Menyaksikan Kesenian Wayang Kulit Pamekasan: Satu-satunya di Madura, Ajarkan Falsafah Kehidupan
APBD 2027 Mulai Dibahas, Ketua DPRD Pamekasan Sebut DAK Berpotensi Naik
Lima Tahun Buron, Pelaku Pembacokan Cakades Batubintang Ditangkap di Jember
Cegah NAPZA pada Remaja, Dinkes Pamekasan Perkuat Koordinasi Lintas Sektor
Lapas Narkotika Pamekasan Gandeng Puskesmas Teja Pantau Higienitas Makanan Warga Binaan
Ratusan Simpatisan Ponpes Bongkar Indomaret di Pamekasan Pakai Alat Berat

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:39 WIB

Sengketa Lahan TK ABA IV Pamekasan Berlanjut, Pelapor Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Penuhi Panggilan Polres

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Polisi Usut Pembongkaran Indomaret di Palengaan, Sejumlah Pihak Bakal Dipanggil

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:14 WIB

Menyaksikan Kesenian Wayang Kulit Pamekasan: Satu-satunya di Madura, Ajarkan Falsafah Kehidupan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:01 WIB

APBD 2027 Mulai Dibahas, Ketua DPRD Pamekasan Sebut DAK Berpotensi Naik

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Lima Tahun Buron, Pelaku Pembacokan Cakades Batubintang Ditangkap di Jember

Berita Terbaru