PAMEKASAN || KLIKMADURA – Puluhan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat UIN Madura menggeruduk Kantor Bupati Pamekasan, Kamis (12/3/2036).
Kedatangan mereka mempertanyakan kinerja Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Pamekasan.
Aksi tersebut dilatarbelakangi oleh banyaknya temuan di lapangan terkait dugaan keracunan makanan dan menu MBG yang dinilai tidak layak konsumsi. Bahkan, sejumlah dapur penyedia MBG disebut belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Dalam aksinya, massa sempat memaksa masuk ke area kantor bupati hingga terjadi aksi dorong-dorongan dengan aparat kepolisian. Petugas berseragam coklat terlihat kewalahan membendung desakan para demonstran.
Massa akhirnya berhasil masuk dan membakar ban di depan pintu masuk Kantor Bupati Pamekasan sebagai bentuk protes.
Kekecewaan massa semakin memuncak lantaran Satgas MBG maupun Korwil BGN tidak hadir menemui mereka. Justru yang terlihat menemui adalah Sekretaris Daerah Pamekasan, Drs. Taufikurrachman, namun ditolak oleh masa aksi.
Ketua Komisariat PMII UIN Madura, Arisandi menegaskan, kinerja Satgas MBG dan Korwil BGN di Pamekasan perlu dievaluasi secara serius.
“Kami merasa kinerja Satgas MBG dan Korwil BGN di Pamekasan perlu dipertanyakan. Keberadaan mereka kami nilai kurang maksimal dalam mengatasi berbagai persoalan di bawah,” kata Ari sapaan akrabnya.
Ari mengungkapkan sejumlah temuan di lapangan. Di antaranya, penolakan program MBG oleh SMAN 2 Pamekasan karena menu yang diberikan dinilai mudah basi, seperti ikan lele mentah dan menu marinasi lainnya.
Selain itu, ia juga menyebut sejumlah kasus MBG bermasalah, mulai dari keracunan siswa di Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, pengembalian menu MBG oleh wali murid di Desa Pamoroh, Kecamatan Kadur, hingga sembilan siswa SDN Toronan 1 Pamekasan yang mengalami keracunan.
“Kasus-kasus ini memicu kekhawatiran masyarakat. Kami mendesak BGN turun tangan langsung untuk mengevaluasi kinerja Satgas MBG di Pamekasan agar kejadian serupa tidak terus berulang,” ujarnya. (ibl/nda)














