Pamekasan Darurat Campak, 53 Ribu Anak Jadi Target Imunisasi

- Jurnalis

Jumat, 12 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinkes Pamekasan, dr. Saifudin. (DOK. KLIKMADURA)

Kepala Dinkes Pamekasan, dr. Saifudin. (DOK. KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Kasus campak di Kabupaten Pamekasan terus melonjak tajam. Dalam waktu kurang dari sebulan, angka kasus mencapai lebih dari 300, bahkan tercatat sudah ada lima anak meninggal dunia.

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan menyebutkan, hingga kini terdapat 532 suspek campak. Dari jumlah itu, 177 dinyatakan positif.

Angka kematian akibat campak di Pamekasan menempatkan kabupaten ini di urutan kedua tertinggi di Jawa Timur setelah Sumenep.

Mengantisipasi lonjakan kasus, Pemkab Pamekasan bersama Kemenkes RI, Dinkes Jatim, Unicef, dan Forkopimda menggelar rapat koordinasi, Kamis (11/9/3025).

Baca juga :  Waka DPRD Pamekasan: Sampel Tembakau Jangan Diambil Cuma-Cuma, Harus Dibeli!

Hasilnya, diputuskan akan dilakukan imunisasi tambahan dengan target 53 ribu anak usia 9 bulan hingga 12 tahun.

“Total ada 53 ribu anak yang akan menjadi sasaran imunisasi tambahan,” kata Kepala Dinkes Pamekasan, dr. Saifudin.

Dokter yang juga Ketua MKEK IDI Cabang Pamekasan itu menegaskan, faktor gizi buruk dan imunisasi tidak tuntas menjadi penyebab tingginya angka kematian. Karena itu, imunisasi tambahan akan dilaksanakan serentak mulai Senin (15/9/2025).

“Harus seimbang antara imunisasi dengan pemenuhan gizi dan nutrisi anak. Sesuai arahan Bupati, semua sektor akan dilibatkan, mulai tenaga kesehatan, camat, Polres, Kodim, dan lainnya,” ujarnya.

Baca juga :  Peringati Hari Hipertensi, Kadinkes Pamekasan Ajak Masyarakat Aktif Lakukan Pencegahan

Capaian imunisasi di Pamekasan saat ini masih 80 persen. Meski demikian, dr. Saifudin memastikan tata kelola kasus masih terkendali, dan fasilitas kesehatan siap menangani pasien.

Ia menilai, salah satu kendala utama terletak pada persepsi publik yang simpang siur terkait imunisasi, mulai dari isu halal hingga efek samping vaksin.

“Optimis target bisa tercapai. Semua pihak harus bergerak cepat agar Pamekasan bisa keluar dari status darurat campak ini,” pungkasnya. (enk/nda)

Berita Terkait

Data Kekeringan Pamekasan Belum Final, BPBD Prediksi Wilayah Terdampak Akibat El Nino Meluas
SMP Negeri di Pamekasan Sepi Peminat, 32 Sekolah Tak Penuhi Kuota Siswa
Stok Beras Bulog Madura Naik 150 Persen, DPRD Pamekasan Ingatkan Ancaman Kemarau Panjang
Karya AJP Diapresiasi, Buku Pamekasan Mencari Identitas Masuk Agenda Kajian di Dies Natalis ke-60 UIN Madura
Siswi SDI Al-Mujtama’ Kontingen Pamekasan Raih Medali Emas, Wakili Jatim Berlaga di O2SN Nasional
Front One dan Azana Style Hotel Madura Kantongi Sertifikat Halal, Perkuat Layanan Ramah Wisatawan Muslim
Benjolan di Selangkangan Bayi Jangan Diabaikan, Dokter RSUD SMART Ungkap Bahaya Hernia
RSUD Smart Pamekasan Ingin Kelola Parkir Sendiri, Pemkab Minta Fokus Tingkatkan Layanan

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 03:16 WIB

Data Kekeringan Pamekasan Belum Final, BPBD Prediksi Wilayah Terdampak Akibat El Nino Meluas

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:37 WIB

SMP Negeri di Pamekasan Sepi Peminat, 32 Sekolah Tak Penuhi Kuota Siswa

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:21 WIB

Stok Beras Bulog Madura Naik 150 Persen, DPRD Pamekasan Ingatkan Ancaman Kemarau Panjang

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:33 WIB

Siswi SDI Al-Mujtama’ Kontingen Pamekasan Raih Medali Emas, Wakili Jatim Berlaga di O2SN Nasional

Kamis, 9 Juli 2026 - 00:12 WIB

Front One dan Azana Style Hotel Madura Kantongi Sertifikat Halal, Perkuat Layanan Ramah Wisatawan Muslim

Berita Terbaru