PAMEKASAN || KLIKMADURA – Ketua DPRD Kabupaten Pamekasan, Ali Masykur, meninjau langsung lokasi bencana tanah longsor di Desa Sana Daja, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan.
Bencana tersebut mengakibatkan sekitar 13 kepala keluarga (KK) terdampak, dengan kerusakan meliputi 10 unit rumah warga, satu musala, dan satu dapur.
Dalam kunjungannya, politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu tidak hanya menyapa warga terdampak, tetapi juga menyalurkan bantuan berupa paket sembako sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang tertimpa musibah.
Ali Masykur menyampaikan keprihatinannya atas bencana longsor yang terjadi di Desa Sana Daja. Ia menilai kondisi di lokasi sangat memprihatinkan dan membutuhkan penanganan segera dari pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi.
“Korban terdampak sekitar 13 KK, dengan kerusakan 10 rumah, satu musala, dan satu dapur. Kami berharap Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan dan BPBD Provinsi Jawa Timur segera turun tangan untuk melakukan relokasi bangunan, ternak, serta para penghuni karena kondisi di lokasi masih sangat rawan,” katanya, Minggu (18/1/2026).

Ali Masykur juga menekankan pentingnya langkah mitigasi bencana jangka panjang melalui reboisasi atau penghijauan di kawasan terdampak.
Menurutnya, kondisi perbukitan di belakang permukiman warga minim tanaman berakar kuat yang mampu menahan pergerakan tanah.
“Di belakang rumah warga terdapat bukit yang minim tanaman berakar kuat. Mayoritas hanya tanaman kecil, sehingga potensi longsor masih sangat tinggi. Sangat diperlukan penghijauan sejak dini untuk mencegah kejadian serupa,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan adanya ancaman batu berukuran besar di area perbukitan yang berpotensi jatuh ke permukiman warga.
“Terdapat batu berukuran sangat besar, diperkirakan seukuran bangunan mushalla 6×6 meter. Saat ini batu tersebut masih tertahan, namun kondisinya sangat mengkhawatirkan. Jika sampai jatuh, sekitar sepuluh rumah yang berada di bawahnya terancam hancur,” tandasnya. (ibl/nda)














