PAMEKASAN || KLIKMADURA – Ketersediaan ambulans di Puskesmas rupanya masih terbatas. Seperti Puskesmas Teja, fasilitas kesehatan tingkat pertama itu hanya memiliki satu armada.
Akibatnya, masyarakat yang membutuhkan layanan ambulans tidak bisa serta merta dilayani. Seperti yang terjadi pada, Senin (6/4/2026), jenazah bayi terpaksa harus diantar pakai ambulans milik lembaga sosial.
M. Roziki, orang tua bayi yang meninggal itu menceritakan kronologis kejadiannya. Menurut dia, anak keduanya mengalami lemas sehingga dengan cepat dibawa ke Puskesmas Teja.
Namun, sekitar lima menit setelah mendapatkan penanganan medis, bayi tersebut dinyatakan meninggal dunia. Pihak keluarga meminta agar jenazah diantar pulang menggunakan ambulans puskesmas.
Sayangnya, permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi oleh pihak puskesmas. Alasannya, karena armada yang dimiliki hanya satu unit. Meskipun pihak keluarga menyampaikan kesediaannya untuk membayar biaya pengantaran, pihak puskesmas tetap tidak bersedia.
“Ambulansnya ada, terlihat terparkir, tapi tidak bisa dipakai untuk membawa jenazah anak saya. Kalau memang tidak ada, mungkin kami bisa maklum,” katanya.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Puskesmas Teja, dr. Henny Setyowati membenarkan jenazah anak kedua M. Roziki tidak diantar pakai ambulans milik puskesmas.
Namun, pihaknya tidak membiarkan atau menelantarkan. Justru, pihak puskesmas mencari alternatif dengan menghubungi lembaga sosial Cahaya Umat. Hasilnya, jenazah bayi tersebut diantar menggunakan ambulans milik lembaga tersebut.
Dokter Henny Setyowati menjelaskan, Puskesmas Teja mengalami keterbatasan armada. Pihaknya hanya memiliki satu unit ambulans yang penggunaanya diprioritaskan untuk pasien hidup dan kondisi gawat darurat.
“Permintaan keluarga adalah mengantar jenazah ke Sumenep. Jika ambulans digunakan ke luar daerah, maka kami tidak memiliki kendaraan cadangan apabila sewaktu-waktu ada pasien emergency yang membutuhkan rujukan,” ucapnya.
Dengan demikian, pihaknya mencairkan alternatif dengan menghubungi beberapa pihak yang memiliki mobil jenazah. Salah satunya, Cahaya Umat.
“Kami membantu menghubungi pihak lain, termasuk Cahaya Ummat, untuk peminjaman mobil jenazah, dan Alhamdulillah teratasi,” tandasnya. (ibl/nda)
















