PAMEKASAN || KLIKMADURA – Lembaga Pendidikan Islam (LPI) ABFA menggelar pawai budaya sebagai bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul ke-404 Syekh Sayyid Abdurrahman bin Muhammad bin Abdurrahman Bilfaqih, Minggu (1/11/2026).
Kegiatan tersebut menjadi sarana mengenalkan sejarah perjuangan ulama penyebar Islam di Pamekasan sekaligus menanamkan kecintaan terhadap budaya dan nilai-nilai keislaman kepada para santri.
Ketua Yayasan Al-Faqih sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Darul Qur’an, Habib Muhammad bin Abdurrahman Bilfaqih, menjelaskan bahwa pawai budaya merupakan salah satu agenda dalam rangkaian kegiatan tahunan tersebut.
Selain pawai, rangkaian acara juga diisi dengan khatmil Qur’an dan akan mencapai puncaknya pada 9 November 2026 melalui dzikir, selawat, serta pengajian umum mulai pukul 18.30 WIB hingga selesai.
Menurut Habib Muhammad, peringatan Maulid Nabi dan haul tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial. Momentum itu merupakan bentuk kegembiraan atas kelahiran Rasulullah SAW sekaligus penghormatan kepada ulama yang telah berjasa menyebarkan agama Islam di Pamekasan.
Ia menyebut Syekh Sayyid Abdurrahman bin Muhammad bin Abdurrahman Bilfaqih sebagai salah satu ulama yang memiliki peran penting dalam sejarah penyebaran Islam di wilayah tersebut.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan pihak yayasan, beliau berdakwah pada masa Panembahan Ronggo Sukowati, sekitar 1547 hingga 1622, dan wafat 404 tahun silam.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah menampakkan kegembiraan kita atas lahirnya Nabi Muhammad SAW serta memuliakan ulama sebagai pewaris perjuangan beliau. Kami ingin generasi sekarang mengenal Syekh Sayyid Abdurrahman Bilfaqih yang menjadi bagian penting dari akar keilmuan di Pondok Pesantren Darul Qur’an Al-Faqih dan LPI ABFA,” ungkap Habib Muhammad.
Ia juga menyampaikan rasa syukur karena perjuangan dakwah yang dirintis leluhurnya dapat terus dilanjutkan oleh generasi penerus melalui Yayasan Al-Faqih dan Pondok Pesantren Darul Qur’an.
Lembaga tersebut menaungi sejumlah satuan pendidikan, mulai dari PAUD, TKIT, SDIT, SMP, MTs, hingga Madrasah Diniyah (Madin) ABFA.
Habib Muhammad menegaskan, pawai budaya juga memiliki nilai pendidikan bagi para santri. Melalui kegiatan tersebut, santri belajar menjaga adab di jalan, disiplin dalam barisan, serta menumbuhkan rasa percaya diri dan kebanggaan terhadap lembaga pendidikan maupun Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Melalui pawai ini, anak-anak tidak hanya berjalan bersama, tetapi juga belajar tentang adab, kedisiplinan, dan kebersamaan. Mereka juga belajar mengenal sosok ulama yang menjadi akar ilmu di pesantren dan lembaga pendidikan kami,” jelasnya.
Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi bentuk pesan bahwa Islam di Pamekasan dapat tumbuh berdampingan dengan kekayaan budaya lokal. Pihak yayasan ingin menunjukkan bahwa tradisi dan budaya dapat menjadi sarana dakwah selama tetap sejalan dengan nilai-nilai Islam.
Dari sisi sosial, rangkaian kegiatan ini juga diharapkan mampu mempererat ukhuwah antara pondok pesantren, seluruh unit pendidikan LPI ABFA, wali santri, dan masyarakat sekitar. Seluruh elemen tersebut dipertemukan dalam kegiatan positif yang mengedepankan kebersamaan dan persaudaraan.
Habib Muhammad berharap, peringatan Maulid Nabi dan haul tahun ini tidak berhenti pada kemeriahan acara, tetapi mampu menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dan para ulama serta membentuk karakter generasi yang beradab.
“Harapan kami, dari pawai budaya dan seluruh rangkaian kegiatan Maulid serta haul ini lahir mahabbah. Dari mahabbah lahir adab, dan dari adab lahir keberkahan,” pungkasnya. (nda)














