Kasus Campak di Pamekasan Tertinggi Kedua di Jatim, 5 Anak Meninggal Dunia

- Jurnalis

Kamis, 11 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Health Specialist Unicef Indonesia Wilayah Jawa, Armunanto saat diwawancara awak media di Pendopo Agung Ronggosukowati, Pamekasan. (ILHAM/KLIKMADURA)

Health Specialist Unicef Indonesia Wilayah Jawa, Armunanto saat diwawancara awak media di Pendopo Agung Ronggosukowati, Pamekasan. (ILHAM/KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Kabupaten Pamekasan kini menempati posisi kedua tertinggi kasus campak di Jawa Timur setelah Sumenep. Berdasarkan data terbaru, tercatat 520 anak suspek, 177 positif, dengan rincian 5 anak meninggal dunia dan 83 anak sembuh.

Health Specialist Unicef Indonesia Wilayah Jawa, Armunanto, menyebut tingginya kasus campak di Pamekasan harus segera ditangani bersama.

Pasalnya, dari catatan di Jawa Timur, Sumenep menjadi daerah tertinggi dengan 20 anak meninggal dunia, disusul Pamekasan dengan 5 kasus meninggal, dan Sampang di urutan ketiga dengan 2 kasus meninggal.

Baca juga :  Kasus Campak di Pamekasan Semakin Parah, Korban Meninggal Menjadi 10 Anak

“Kesepakatannya semua pihak harus terlibat untuk ikhtiar agar semua anak mendapatkan perlindungan dan aman dari virus campak ini,” tegas Armunanto usai menghadiri Forum Koordinasi Penanganan Campak di Pamekasan, Kamis (11/9/2025).

Menurutnya, upaya paling mendesak adalah imunisasi tambahan serentak untuk semua anak, baik yang sudah pernah diimunisasi rutin maupun yang belum.

Targetnya, minimal 95 persen anak memiliki imunitas sehingga virus campak tidak berkembang dan tidak menimbulkan kasus baru.

Armunanto juga menegaskan, program imunisasi tambahan ini akan tetap berjalan meski ada efisiensi anggaran. Pendanaannya dialihkan dari BLUD puskesmas sehingga tidak membebani APBD Kabupaten Pamekasan.

Baca juga :  Kemiskinan di Pamekasan Turun Cepat, Bupati Klaim Berkat Stabilitas Harga Tembakau

“Kasus paling banyak terjadi pada anak usia 1 hingga 4 tahun, jadi kelompok usia ini yang menjadi prioritas imunisasi tambahan pada Senin (15/9/2025) mendatang,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, dr. Saifudin, memastikan imunisasi tambahan bisa diakses masyarakat di berbagai lokasi. Mulai dari posyandu, sekolah, hingga fasilitas kesehatan yang rutin melaksanakan program imunisasi.

“Untuk menekan angka ini dengan cara edukasi, pencegahan, pengobatan, dan rehabilitasi. Semua langkah itu sudah kami lakukan,” ujar dr. Saifudin.

Pemerintah bersama lintas sektor menargetkan program imunisasi tambahan ini dapat memutus penyebaran campak di Pamekasan, sekaligus menekan angka kematian anak akibat virus tersebut. (enk/nda)

Baca juga :  Temuan Gubernur Khofifah, 16 Korban Meninggal Akibat Campak di Sumenep Tak Pernah Diimunisasi

Berita Terkait

Penanganan 917 Bal Rokok Marbol KW Tak Jelas, Aktivis Hadiahi Bea Cukai Madura “Tolak Angin”
Membanggakan! 14 Siswa Pamekasan Borong Prestasi di Ajang FTBI Jatim
UNIRA Raih Hibah Program Kampus Berdampak Rp2 Miliar, Rektor Tegaskan Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
849 Mahasiswa Diwisuda, Rektor UNIRA Minta Para Sarjana Harus Berdampak bagi Masyarakat
Tegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar, PCNU Pamekasan Apresiasi Penutupan Sejumlah Tempat Hiburan
HSN 2026, PCNU Pamekasan Dorong Santri Kuasai Teknologi dan Ekonomi
Sarungan di Kampus, UIM Teguhkan Identitas Pesantren Menuju Indonesia Emas 2045
Wajibkan Bahasa Madura Diajarkan di Sekolah, Disdikbud Pamekasan Raih Penghargaan dari Balai Bahasa Jatim

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:33 WIB

Penanganan 917 Bal Rokok Marbol KW Tak Jelas, Aktivis Hadiahi Bea Cukai Madura “Tolak Angin”

Senin, 26 Oktober 2026 - 05:15 WIB

Membanggakan! 14 Siswa Pamekasan Borong Prestasi di Ajang FTBI Jatim

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:32 WIB

849 Mahasiswa Diwisuda, Rektor UNIRA Minta Para Sarjana Harus Berdampak bagi Masyarakat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:55 WIB

Tegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar, PCNU Pamekasan Apresiasi Penutupan Sejumlah Tempat Hiburan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:18 WIB

HSN 2026, PCNU Pamekasan Dorong Santri Kuasai Teknologi dan Ekonomi

Berita Terbaru