PAMEKASAN || KLIKMADURA – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan, Basri Yulianto, mengapresiasi langkah SDN Kowel 3 Pamekasan yang menggelar workshop digitalisasi pembelajaran bertema “Guru Naik Level”, Sabtu (17/10/2026).
Kegiatan tersebut dinilai sebagai upaya penting untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menghadapi perkembangan teknologi di dunia pendidikan.
Basri menuturkan, perubahan zaman saat ini berlangsung semakin cepat sehingga dunia pendidikan tidak bisa menghindarinya. Karena itu, seluruh pihak, baik di tingkat perguruan tinggi maupun sekolah, perlu menyesuaikan sistem pembelajaran dengan perkembangan zaman.
“Perubahan zaman kali ini perkembangannya semakin cepat. Jadi kita harus tahu bagaimana agar tidak tertinggal,” ujarnya.
Menurut Basri, agar tidak tertinggal, seluruh warga sekolah harus memiliki pemahaman dan kecakapan digital. Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya guru, menjadi salah satu kunci agar proses pembelajaran di kelas dapat berkembang sesuai dengan kebutuhan era digital.
Ia mengatakan, pemahaman guru terhadap pemanfaatan teknologi dalam pendidikan akan memberikan dampak positif bagi para murid. Selain meningkatkan kualitas pembelajaran, kemampuan digital juga dapat membuka peluang bagi siswa untuk meraih prestasi, mengingat berbagai ajang perlombaan kini banyak dilaksanakan secara daring.
“Iya, misal ikut lomba di tingkat perguruan tinggi itu sekarang mayoritas sudah via online, kirim video atau karya ilmiah di email, pengumumannya juga via email. Jadi, ayo sambut positif digitalisasi pendidikan ini, dan SDN Kowel 3 Pamekasan mau bergerak untuk hal ini,” tegasnya.
Basri berharap, workshop yang menghadirkan narasumber kompeten tersebut dapat mendorong digitalisasi pembelajaran di SDN Kowel 3 Pamekasan agar terus berkembang dan semakin maju. Ia juga menantikan capaian prestasi serta lahirnya berbagai inovasi baru yang dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain di Kabupaten Pamekasan.
Sementara itu, Kepala SDN Kowel 3 Pamekasan, Halidah, menilai kegiatan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sekolah setelah ditetapkan sebagai salah satu sekolah rintisan model oleh Disdikbud Pamekasan. Amanah tersebut, menurutnya, menjadi dorongan bagi sekolah untuk terus meningkatkan kualitas dan mengembangkan berbagai terobosan dalam pembelajaran.
“Dengan salah satunya mendatangkan fasilitator ini, beliau masih sangat muda. Beliau selaku Fasilitator Digitalisasi Pembelajaran Kemendikdasmen RI yaitu, Mas Jamaluddin,” ujarnya.
Halidah menjelaskan, workshop tersebut sejalan dengan visi sekolah, yakni unggul dalam prestasi, berwawasan global, peduli lingkungan, dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Digitalisasi pembelajaran menjadi salah satu langkah untuk mewujudkan visi berwawasan global, sebab kemajuan sekolah harus diiringi dengan peningkatan kompetensi para guru.
“Jadi, kami mempunya keinginan dengan kemampuan kami yang seperti ini agar para guru bisa memahami digitalisasi pembelajaran ini, yang tentunya itu tujuannya untuk murid,” pungkasnya. (enk/nda)














