Capaian Baru 46 Persen, PAD Pasar Kolpajung Pamekasan Terancam Tak Penuhi Target

- Jurnalis

Kamis, 2 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga beraktivitas di Pasar Kolpajung, Pamekasan. (MOH. IQBALUL KHAVEI MZ / KLIKMADURA)

Warga beraktivitas di Pasar Kolpajung, Pamekasan. (MOH. IQBALUL KHAVEI MZ / KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Pasar Kolpajung Pamekasan kembali menjadi sorotan. Hingga akhir Agustus 2025, serapan PAD baru mencapai 46 persen dari target Rp3,4 miliar yang ditetapkan.

Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Disperindag Pamekasan, Handiko Bayuadi, menyebut realisasi PAD masih jauh dari harapan. Dari target Rp3,4 miliar, hingga Agustus hanya terealisasi Rp1,6 miliar.

“Di akhir bulan Agustus ini kita hanya mampu menyerap Rp1,6 miliar atau sekitar 46 persen. Kita akan bekerja lebih keras lagi agar bisa mencapai target sampai akhir tahun,” jelas Handiko.

Baca juga :  Polres Pamekasan Panggil Ulang Kadisperindag Terkait Kasus Dugaan Jual Beli Kios Pasar Kolpajung

Ia menambahkan, tahun sebelumnya serapan PAD Pasar Kolpajung juga tidak mencapai target. Dari yang ditetapkan Rp3,4 miliar, hanya terealisasi Rp2,9 miliar.

Salah satu faktor yang memengaruhi rendahnya serapan, menurutnya, adalah maraknya aktivitas perdagangan online.

“Salah satu faktor yang memengaruhi PAD tidak tercapai adalah banyaknya pasar online yang semakin diminati masyarakat,” ujarnya.

Namun, alasan itu langsung mendapat kritik dari DPRD Pamekasan. Sekretaris Komisi II, Moh. Faridi, menilai Pemkab tidak boleh berlindung di balik dalih pengaruh pasar online.

“Di tengah kondisi keuangan Pemda yang kurang baik, seharusnya serapan PAD dimaksimalkan. Tidak ada alasan untuk tidak mencapai target,” tegas politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Baca juga :  Diduga Cabuli Remaja di Area Pemakaman, Dukun Asal Pamekasan Terancam 12 Tahun Penjara

Faridi menilai, melemahnya PAD justru akan berdampak serius terhadap kemampuan keuangan daerah. Dengan demikian, Pemkab Pamekasan harus segera mencari solusi agar potensi PAD bisa dikelola dengan baik.

“Kalau PAD ini terus gagal dicapai, keuangan kita akan semakin melemah. Pemkab harus lebih kreatif mencari cara, bukan sekadar beralasan,” tandasnya. (ibl/nda)

Berita Terkait

Polisi Usut Pembongkaran Indomaret di Palengaan, Sejumlah Pihak Bakal Dipanggil
Menyaksikan Kesenian Wayang Kulit Pamekasan: Satu-satunya di Madura, Ajarkan Falsafah Kehidupan
APBD 2027 Mulai Dibahas, Ketua DPRD Pamekasan Sebut DAK Berpotensi Naik
Lima Tahun Buron, Pelaku Pembacokan Cakades Batubintang Ditangkap di Jember
Cegah NAPZA pada Remaja, Dinkes Pamekasan Perkuat Koordinasi Lintas Sektor
Lapas Narkotika Pamekasan Gandeng Puskesmas Teja Pantau Higienitas Makanan Warga Binaan
Ratusan Simpatisan Ponpes Bongkar Indomaret di Pamekasan Pakai Alat Berat
Skema Insentif Baru MBG Berlaku, SPPG Dibayar Rp2 Ribu per Porsi

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Polisi Usut Pembongkaran Indomaret di Palengaan, Sejumlah Pihak Bakal Dipanggil

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:14 WIB

Menyaksikan Kesenian Wayang Kulit Pamekasan: Satu-satunya di Madura, Ajarkan Falsafah Kehidupan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Lima Tahun Buron, Pelaku Pembacokan Cakades Batubintang Ditangkap di Jember

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:25 WIB

Cegah NAPZA pada Remaja, Dinkes Pamekasan Perkuat Koordinasi Lintas Sektor

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Lapas Narkotika Pamekasan Gandeng Puskesmas Teja Pantau Higienitas Makanan Warga Binaan

Berita Terbaru