PAMEKASAN || KLIKMADURA – Sebanyak 164 jamaah haji KBIHU Al-Hilal Pamekasan tiba dengan selamat di Kabupaten Pamekasan, Sabtu malam (20/6/2026). Ratusan jamaah yang tergabung dalam kloter 73 tersebut tiba di Masjid Agung Asy-Syuhada’ Pamekasan sekitar pukul 22.05 WIB.
Kedatangan para jamaah disambut keluarga yang telah menunggu di halaman masjid. Setelah itu, seluruh jamaah pulang ke rumah masing-masing.
Sekretaris KBIHU Al-Hilal Pamekasan H. Moh. Ismail mengatakan, proses pemulangan jamaah berjalan lancar dan terkendali. Perjalanan dimulai dari Madinah menuju Bandara Madinah, kemudian menuju Bandara Juanda Surabaya.
Setelah tiba di Juanda, jamaah melanjutkan perjalanan menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Selanjutnya, rombongan diberangkatkan menuju Kabupaten Pamekasan.
“Alhamdulillah perjalanannya lancar semua, para jamaah juga sehat-sehat semua,” ungkapnya.
Ismail berharap seluruh jamaah yang telah menunaikan ibadah haji menjadi haji yang mabrur dan maqbul. Dia juga berharap sepulang dari Tanah Suci, para jamaah semakin meningkatkan kualitas ibadahnya.
“Semoga ibadahnya semakin meningkat dan juga yang belum sampai ke Haramain semoga disegerakan, yang sudah pernah ke sana juga semoga bisa kembali lagi,” harapnya.
Salah seorang jamaah haji KBIHU Al-Hilal Pamekasan H. Hasimuddin mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan selama menjalankan ibadah haji.
Menurut dia, para jamaah mendapat pendampingan khusus sejak awal keberangkatan hingga kembali ke tanah air.
Pendampingan tersebut meliputi kegiatan city tour, tata cara pelaksanaan ibadah umrah, hingga pelaksanaan rangkaian ibadah haji.
Bahkan, pendamping KBIHU juga terus melakukan pemantauan saat puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
“Kami betul-betul dibimbing, bahkan pada saat puncak haji mulai dari Arafah, Muzdalifah dan Mina itu dari pembimbing KBIHU Al-Hilal sangat memantau kepada para jamaah,” katanya.
Hasimuddin menilai pendampingan tersebut membuat pelaksanaan ibadah jamaah lebih tertata. Selama berada di Tanah Suci, tidak ada jamaah yang tercecer, terkapar, tertinggal, maupun tidak bisa melaksanakan ibadah.
Dia menyampaikan, penilaian tersebut bukan bentuk pujian berlebihan. Namun, hal itu benar-benar dirasakan oleh para jamaah selama mengikuti program KBIHU Al-Hilal Pamekasan.
“Tertata dan juga bagus. Saya selaku ketua rombongan yang menangani 42 orang dan itu sangat antusias sehingga betul-betul merasakan nikmatnya beribadah di Tanah Suci Makkah dan Madinah,” tandasnya. (enk/nda)













