Membangun Kesadaran Dampak Media Sosial

- Jurnalis

Jumat, 27 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Logo-logo media sosial. (SUMBER FOTO: PINTEREST)

Logo-logo media sosial. (SUMBER FOTO: PINTEREST)

Oleh: Zainul Arifin, Mahasiswa Prodi Bahasa Indonesia, Unira.

—————-

MEDIA Sosial adalah seperangkat alat komunikasi dan kolaborasi baru yang memungkinkan terjadinya berbagai jenis interaksi yang sebelumnya tidak tersedia bagi orang awam, (Chris Brogan, 2010).

Berbicara media sosial (Medsos), dilansir dari Kementrian Komunikasi Dan Digital Republik Indonesia (KOMINFO) pada tahun 2024, lebih dari 220 juta orang di Indonesia merupakan pengguna internet aktif.  Berdasarkan data APJII 2024, angka tersebut mewakili lebih dari 70 persen populasi Indonesia.

Ada berbagai macam media sosial mulai dari game online, belanja online dan pembelajaran online. Media tersebut seperti aplikasi WhatsApp, Tiktok, Facebook, Shopee, Ipusnas dan lain-lain. Kehadiran media sosial dalam kehidupan masyarakat sangat berperan dalam interaksi antar masyarakat, terlebih interaksi antar kerabat saudara dan teman yang ada di luar kota.

Media sosial menjadi dunia baru yang lebih dikenal sebagai dunia maya. Hal ini bisa kita lihat pada penggunaan Whatsapp, aplikasi ini banyak digunakan karena memiliki fitur yang sederhana sehingga sangat mudah untuk dioperasikan bahkan untuk para pemula yang baru mengenal internet dan gawai.

Baca juga :  Baranusa Klaim Prabowo-Gibran Raup 56 Persen Suara di Madura

Mungkin salah satu alasan masyarakat banyak menggunakan Whatsapp di antaranya, Interface yang simpel, mudah dipahami dan hemat data, sebagai pengganti SMS yang gratis, tersinkron dengan nomor di kontak telepon atau gawai, tidak memakan banyak memori penyimpanan, gratis dan tidak ada iklan, privasi terjaga dan aman dari peretas, panggilan video lebih stabil, selain itu Whatsapp bukan media untuk “kepo” atau “stalking”. Dan ada banyak lagi kegunaan-kegunaan media sosial yang lain.

Begitu banyak manfaat-manfaat media sosial seperti  prakata di atas, namun kita tak boleh lengah karena begitu banyak juga dampak yang ditimbulkan baik itu positif maupun negatif.

Beberapa aspek negatif bisa kita lihat pada generasi zaman sekarang dari segi bahasa, moral dan adab. Oleh karena itu sebagai pengguna media sosial kita harus membangun kesadaran-kesadaran untuk bijak dalam hal tersebut.

Baca juga :  Dua Ton Sabu, Rakyat Ribut Soal Jaksa

Seperti yang kita ketahui ada banyak sisi negatif dalam penggunaan media sosial diantaranya hoaks, ujaran kebencian tentang SARA yang dapat menimbulkan konflik di tengah masyarakat. Selain Media Sosial berdampak pada orang dewasa pada umumnya, Media Sosial juga berdampak pada anak-anak.

Melihat fakta, pada saat ini banyak anak-anak yang mulai mengerti cara mengoprasikan media sosial, hal tersebut menimbulkan dampak negatif lain diantaranya mempenguhi penggunaan bahasa sarkasme di kalangan anak-anak, yang menimbulkan sikap amoral pada anak-anak. Sebagai contoh di era sekarang banyak anak-anak yang menggunakan bahasa-bahasa gaul.

Dari sekian dampak yang telah dipaparkan di atas kita harus bisa membangun kesadaran bijak dalam bermedia sosial  untuk menghidari hoaks, menghormati perbedaan dan privasi setiap pribadi, dan juga mengawasi anak dalam menggunakan media sosial.

Sebagai sesama pengguna aktif media sosial ada beberapa solusi untuk mengatasi dampak tersebut diantaranya, berbagi informasi yang akurat dan dapat dipercaya, hormati pendapat dan perbedaan orang lain, tidak menyebarkan hoaks atau konten negatif, berikan kredibilitas kepada sumber informasi yang diunggah di media sosial, dan mengawasi penggunaan gawai pada anak.

Baca juga :  Tolak Rencana Relokasi SDN Tamberu Barat 1, Masyarakat Surati Bupati Sampang

Sebagai manusia modern tentunya kita tidak bisa lepas dari hal tersebut melihat bagaimana betapa pentingnya media sosial bagi kehidupan manusia, mulai dari aspek seperti berinteraksi, pembelajaran, hiburan, perekonomian dan memenuhi kebutuhan.

Begitu banyak dampak positif terhadap penggunaan media sosial, akan tetapi kita terkadang lengah terhadap dampak-dampak  negatif penggunaan Media Sosial seperti ketergantungan dan penggunaan berlebihan media sosial pada anak-anak yang perlu kita perhatikan.

Jadi meskipun banyak sekali aspek positif yang ditimbulkan media sosial kita juga harus sadar akan dampak negatifnya. Sudah seharusnya kita memberikan batasan dalam menggunakan media sosial untuk menekan dampak-dampak negatif yang dapat ditimbulkan. (*)

Berita Terkait

Ramadhan: Dari Ritual Menuju Transformasi Otentik
Antrean Digital Amburadul, Ironi “War” Penukaran Uang Baru Jelang Lebaran
Perlukah Kawasan Ekonomi Khusus Tembakau Madura?
Merit System dalam Penguatan Struktur PCNU Sumenep
Hukum Puasa Kritik
Negara, Neraca, dan Neraka
Satu Suara Seribu Suaka
Sayonara di Jejak Komplikasi Lahir Batin

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 03:56 WIB

Ramadhan: Dari Ritual Menuju Transformasi Otentik

Rabu, 25 Februari 2026 - 06:48 WIB

Antrean Digital Amburadul, Ironi “War” Penukaran Uang Baru Jelang Lebaran

Minggu, 22 Februari 2026 - 04:30 WIB

Perlukah Kawasan Ekonomi Khusus Tembakau Madura?

Sabtu, 21 Februari 2026 - 13:31 WIB

Merit System dalam Penguatan Struktur PCNU Sumenep

Jumat, 20 Februari 2026 - 08:17 WIB

Hukum Puasa Kritik

Berita Terbaru

Opini

Ramadhan: Dari Ritual Menuju Transformasi Otentik

Kamis, 26 Feb 2026 - 03:56 WIB