JAKARTA || KLIKMADURA – Anggota Komisi III DPR RI, Habib Aboe Bakar Al-Habsyi akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Permohonan maaf itu lantaran politisi PKS tersebut sempat melontarkan pernyataan bahwa ulama dan pesantren di Madura terlibat narkotika.
Dalam pernyataan resminya, ia mengawali dengan ungkapan penuh kerendahan hati dan menegaskan penyesalan mendalam atas ucapan yang dinilai sangat menyinggung itu.
Pernyataan tersebut terlontar saat rapat bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Mabes Polri.
“Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kata-kata saya yang mungkin sangat menyakitkan para ulama di Madura maupun para santri. Dari hati yang paling dalam, saya benar-benar menyesal,” ujarnya.
Tak hanya sekali, ia bahkan mengulang permintaan maaf tersebut sebagai bentuk kesungguhan dan tanggung jawab moral atas pernyataannya.
Lebih lanjut, Habib Aboe Bakar juga memberikan klarifikasi terkait maksud sebenarnya dari ucapannya dalam forum tersebut.
Ia menegaskan bahwa yang ia sampaikan bukanlah bentuk tudingan, melainkan seruan kepada aparat penegak hukum agar meningkatkan pengawasan terhadap peredaran narkoba yang berpotensi menyasar lingkungan pesantren.
Menurutnya, ancaman narkoba tidak hanya menyasar masyarakat umum, tetapi juga mulai mengintai lembaga pendidikan keagamaan yang selama ini menjadi benteng moral bangsa.
“Saya berharap BNN dan Ditnarkoba Polri dapat membantu memberantas peredaran narkoba yang bisa saja masuk ke lingkungan pesantren dan mengganggu aktivitas dakwah para ulama,” tegasnya.
Ia menilai, jika tidak diantisipasi dengan serius, peredaran narkoba di lingkungan pesantren dapat merusak generasi muda serta mencederai marwah lembaga pendidikan Islam.
Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga pesantren dari ancaman narkotika, sekaligus memperkuat peran ulama dalam membina generasi bangsa.
Di akhir pernyataannya, Habib Abu Bakar kembali menegaskan permohonan maafnya kepada seluruh ulama, masyayikh, serta masyarakat yang merasa tersinggung.
“Sekali lagi, saya secara pribadi memohon maaf kepada para ulama dan seluruh pihak yang terdampak,” pungkasnya. (nda)
















