Tak Ingin Kisruh Penolakan Puskesmas Teja Antar Jenazah Pakai Ambulans Berlarut, Dewan Segera Lakukan Klarifikasi

- Jurnalis

Jumat, 10 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPRD Pamekasan, Rasyid Fansori. (DOK. KLIKMADURA)

Anggota Komisi IV DPRD Pamekasan, Rasyid Fansori. (DOK. KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Kisruh penolakan pengantaran jenazah bayi berusia dua tahun menggunakan mobil ambulans di Puskesmas Teja terus bergulir. DPRD Pamekasan akan segera memanggil seluruh pihak terkait untuk dimintai klarifikasi.

Anggota Komisi IV DPRD Pamekasan, Rasyid Fansori menyampaikan, terdapat perbedaan persepsi antara pihak keluarga jenazah, Dinas Kesehatan dan Puskesmas Teja. Oleh karena itu, Komisi IV berinisiatif mempertemukan semua pihak agar persoalan ini tidak berlarut-larut.

“Ada perbedaan persepsi antara keluarga jenazah dan Dinas Kesehatan yang mendapatkan informasi dari Puskesmas Teja. Dalam waktu dekat Komisi IV akan memanggil pihak terkait agar masalah ini cepet selesai,” katanya.

Baca juga :  Sambut Ramadhan 1446 H, PLN Melalui YBM Salurkan Bantuan Kafalah Guru Honorer

Politisi dari partai berlambang Ka’bah itu mengaku, langkah pemanggilan tersebut merupakan upaya preventif agar peristiwa serupa tidak kembali terulang.

“Dari kejadian ini, Komisi IV membutuhkan skema yang tepat untuk mendorong peningkatan dan perbaikan mutu pelayanan di seluruh Puskesmas dan layanan kesehatan di Pamekasan,” ucapnya.

Rasyid mengatakan, selama dirinya berada di Komisi IV DPRD Pamekasan, kejadian seperti ini baru kali pertama terjadi. Padahal, kasus kematian pasien kerap terjadi di berbagai Puskesmas tanpa menimbulkan persoalan di tengah masyarakat.

“Secara regulasi mungkin benar, tapi perasaan yang diterima oleh keluarga korban akibat kejadian ini juga harus menjadi perhatian. Kami belum mengetahui secara utuh, karena itu nanti akan kami pertemukan semua pihak,” ujarnya.

Baca juga :  Resmi Dilantik, 45 Anggota DPRD Pamekasan Periode 2024-2029 Siap Mengabdikan Diri untuk Rakyat

Sementara itu, pihak keluarga jenazah, M. Roziki mengaku, sangat menunggu panggilan dari Komisi IV DPRD Pamekasan sebagai mitra kerja Dinas Kesehatan.

“Ini yang saya tunggu. Nanti akan saya sampaikan semua bagaimana keluhan yang saya alami dalam masalah ini,” tandasnya. (ibl/nda).

Berita Terkait

Merger OPD Mulai Dikaji DPRD Pamekasan, Pansus SOTK Soroti Risiko Pelayanan Publik
Banyak Disalahpahami, Dokter RSUD SMART Pamekasan Tegaskan Asma Bukan Penyakit Menular
Mohtar Effendi, Mengajar dengan Hati untuk Para Penyandang Disabilitas Tunarungu
Pedagang Ayam Jadi Korban Dugaan Penganiayaan, Polisi Lakukan Penyelidikan
Pertama di Pamekasan, Puri Dewata Mini Soccer Siap Jadi Pusat Pembinaan Atlet
24.114 Siswa Senam Bersama Mendikdasmen RI, Pamekasan Pecahkan Rekor MURI di Puncak Hardiknas 2026
Proyek Puskesmas Bulangan Haji Jadi Temuan BPK, CV Birza Utama Wajib Kembalikan Rp 200 Juta
Kuota Siswa Baru SRMP 29 Pamekasan Terpenuhi, Penjangkauan Capai 32 Anak

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:15 WIB

Merger OPD Mulai Dikaji DPRD Pamekasan, Pansus SOTK Soroti Risiko Pelayanan Publik

Selasa, 26 Mei 2026 - 09:40 WIB

Banyak Disalahpahami, Dokter RSUD SMART Pamekasan Tegaskan Asma Bukan Penyakit Menular

Selasa, 26 Mei 2026 - 01:25 WIB

Mohtar Effendi, Mengajar dengan Hati untuk Para Penyandang Disabilitas Tunarungu

Minggu, 24 Mei 2026 - 23:39 WIB

Pertama di Pamekasan, Puri Dewata Mini Soccer Siap Jadi Pusat Pembinaan Atlet

Minggu, 24 Mei 2026 - 07:46 WIB

24.114 Siswa Senam Bersama Mendikdasmen RI, Pamekasan Pecahkan Rekor MURI di Puncak Hardiknas 2026

Berita Terbaru

Pengamat Kebijakan Publik, Fauzi As. (DOK. KLIKMADURA)

Opini

Tanah, Batalyon, dan Aroma Politik Parpol

Selasa, 26 Mei 2026 - 04:49 WIB