Politisi PKS Sebut Ulama dan Pesantren Terlibat Narkotika, Kiai Madura Murka

- Jurnalis

Jumat, 10 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengasuh Ponpes Nurul Falah Batubintang, Batumarmar, KH. Mudarris Abdul Wahab saat berceramah di salah satu acara. (DOK. KLIKMADURA)

Pengasuh Ponpes Nurul Falah Batubintang, Batumarmar, KH. Mudarris Abdul Wahab saat berceramah di salah satu acara. (DOK. KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Pernyataan anggota DPR RI Fraksi PKS, Aboe Bakar Al-Habsyi, yang menyebut ulama dan pesantren di Madura terlibat narkotika, memantik kemarahan keras kalangan kiai. Tuduhan itu dinilai bukan hanya menyesatkan, tetapi juga mencoreng marwah pesantren di Pulau Garam.

Reaksi keras salah satunya datang dari Pengasuh Ponpes Nurul Falah Batubintang, Batumarmar, KH. Mudarris Abdul Wahab. Ia mengecam keras pernyataan tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan yang tidak bertanggung jawab.

Kiai Mudarris menyampaikan, pernyataan itu sangat merugikan lembaga pondok pesantren di Madura yang selama ini dikenal sebagai pusat pendidikan moral dan keagamaan.

Baca juga :  Dokter Bedah Diduga Lakukan Malpraktik, RS Nindhita Dikepung Massa

“Pernyataan itu menyesatkan dan merusak citra kiai serta ulama di Madura. Ini jelas mengundang stigma negatif, bukan hanya kepada pesantren, tetapi juga terhadap Pulau Madura yang dikenal dengan ribuan pesantrennya,” tegasnya.

Ulama yang dikenal sebagai macan podium itu menuntut agar pernyataan yang dilontarkan Aboe Bakar Al-Habsyi segera dicabut. Ia juga mendesak adanya permohonan maaf secara terbuka dari yang bersangkutan.

Menurutnya, sebagai pejabat publik, seharusnya setiap pernyataan yang disampaikan menjadi contoh baik bagi masyarakat, bukan justru menimbulkan kegaduhan.

“Seharusnya berhati-hati dalam berbicara. Ini anggota parlemen, bukan orang biasa. Jangan seenaknya melontarkan pernyataan yang menyakiti banyak pihak,” imbuhnya.

Baca juga :  Saatnya Madura Menatap Energi Baru

Kiai Mudarris juga mengingatkan pentingnya menjaga etika dalam berpendapat di ruang publik. Apalagi, pernyataan tersebut telah viral dan memicu reaksi luas dari masyarakat serta kalangan ulama di Madura.

“Dalam menyampaikan pendapat harus disaring betul. Jangan sampai melukai pihak lain. Karena lisan itu lebih tajam daripada pedang,” pungkasnya. (enk/nda)

Berita Terkait

Sengketa Lahan TK ABA IV Pamekasan Berlanjut, Pelapor Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Penuhi Panggilan Polres
Polisi Usut Pembongkaran Indomaret di Palengaan, Sejumlah Pihak Bakal Dipanggil
Menyaksikan Kesenian Wayang Kulit Pamekasan: Satu-satunya di Madura, Ajarkan Falsafah Kehidupan
APBD 2027 Mulai Dibahas, Ketua DPRD Pamekasan Sebut DAK Berpotensi Naik
Lima Tahun Buron, Pelaku Pembacokan Cakades Batubintang Ditangkap di Jember
Cegah NAPZA pada Remaja, Dinkes Pamekasan Perkuat Koordinasi Lintas Sektor
Lapas Narkotika Pamekasan Gandeng Puskesmas Teja Pantau Higienitas Makanan Warga Binaan
Ratusan Simpatisan Ponpes Bongkar Indomaret di Pamekasan Pakai Alat Berat

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:39 WIB

Sengketa Lahan TK ABA IV Pamekasan Berlanjut, Pelapor Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Penuhi Panggilan Polres

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Polisi Usut Pembongkaran Indomaret di Palengaan, Sejumlah Pihak Bakal Dipanggil

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:14 WIB

Menyaksikan Kesenian Wayang Kulit Pamekasan: Satu-satunya di Madura, Ajarkan Falsafah Kehidupan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:01 WIB

APBD 2027 Mulai Dibahas, Ketua DPRD Pamekasan Sebut DAK Berpotensi Naik

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Lima Tahun Buron, Pelaku Pembacokan Cakades Batubintang Ditangkap di Jember

Berita Terbaru