Sang Penguasa Tiga Pendapa

- Jurnalis

Selasa, 20 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dr. Ir. H. Raden Bagus (RB) Fattah Jasin, MS. Nama yang begitu gagah nan perkasa. Ditambah gelar RB di depannya, menggambarkan keperkasaan sosoknya. Bukan hanya namanya.

Di tubuhnya, mengalir darah biru. Silsilahnya nyambung pada Raden Tumenggung A. Zainal Fattah Notoadikusumo, Bupati Pamekasan yang memimpin pada periode 1942 – 1951.

Fattah Jasin, sang piut raja itu kini berkontestasi dalam perebutan tahta Ronggosukowati. Tahta yang ditinggalkan kakek buyutnya harus direbut melalui pesta demokrasi.

Tidak ada jalan lain, kecuali jalan demokrasi. Fattah Jasin tidak hidup di zaman Kerajaan Malwapati, di mana tahta Angling Dharma otomatis turun pada anak dan keturunannya.

Baca juga :  Puncak Amarah di Lapangan Migas Hidayah

Pun, Fattah Jasin bukan Raden Kian Santang yang kelak akan melanjutkan estafet kepemimpinan Prabu Siliwangi. Fattah Jasin tetaplah Fattah Jasin yang hidup di dimensi era pascareformasi.

Darah biru yang melekat pada dirinya hanyalah kiasan. Statusnya, tetap sama di mata hukum tata negara. Jika ingin berkuasa, harus bertarung dalam kontestasi yang disebut Pilkada.

Sebenarnya, tahta Mandhapa Agung Ronggosukowati bukan barang baru bagi Fattah Jasin. Tahta itu pernah dia kuasai. Meski hanya sebentar. Hitungan bulan.

Tepatnya, saat ditunjuk menjadi Penjabat (Pj) Bupati Pamekasan oleh Presiden melalui Kementerian Dalam Negeri. Pelantikannya digelar di Gedung Negara Grahadi pada Senin, 28 Mei 2018.

Baca juga :  Di Balik Kejujuran Mas Hambali

Saya adalah saksi mata pelantikan itu. Satu-satunya wartawan dari Pamekasan yang kala itu meliput langsung momen bersejarah itu.

Fattah Jasin ditakdirkan menjadi orang nomor satu di Pamekasan tanpa melalui proses pencoblosan. Mujur. Beruntung. Atau, garis tangan? Wallahua’lam. Tapi, sejarah mencatat, dia pernah mengemban tahta peninggalan kakek buyutnya.

Berbicara tahta. Fattah Jasin paling menarik dibahas. Tanpa disadari, ternyata pria yang berulangtahun setiap 25 April itu sangat istimewa.

Fattah Jasin pernah memegang tahta tiga pendapa di Pamekasan. Pertama, Pendapa Agung Ronggosukowati pada masa Gubernur Jatim Soekarwo.

Baca juga :  Twin City Surabaya-Madura, Miqat Perjuangan Menuju Sejahtera

Kemudian, tahta pendapa Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Pembangunan dan Pemerintahan Pamekasan dan Pendapa Budaya saat menjabat wakil bupati. Dua tahta terakhir, disandang pada masa Khofifah Indra Parawansa menjabat Gubernur Jatim.

Jabatan yang disandang Fattah Jasin seperti siklus. Secara berurutan mengikuti arah mata angin, dari pendapa paling barat ke paling timur. Akankah siklus itu akan berulang? Akankah Fattah Jasin akan kembali menempati pendapa paling barat sebagai bupati? Entahlah. Hanya waktu yang bisa menjawab. (PW)

Berita Terkait

Menghidupkan Kembali Asa UNU Madura
Satu Fikrah, Satu Harakah: Momentum Meneguhkan Arah Perjuangan NU Sumenep
Ketika Kades Tak Lagi PERKASA
Madura Surganya Energi Baru Terbarukan
Saatnya Madura Menatap Energi Baru
Saatnya Kangean Pulih dari Luka Eksploitasi
Hari Jadi Kabupaten Sumenep: Terima Kasih Pak Bupati
Jejak Fosfat dan Bayang Uranium di Tanah Madura

Berita Terkait

Jumat, 12 Desember 2025 - 13:27 WIB

Menghidupkan Kembali Asa UNU Madura

Rabu, 26 November 2025 - 03:51 WIB

Satu Fikrah, Satu Harakah: Momentum Meneguhkan Arah Perjuangan NU Sumenep

Rabu, 12 November 2025 - 04:09 WIB

Ketika Kades Tak Lagi PERKASA

Senin, 3 November 2025 - 23:07 WIB

Madura Surganya Energi Baru Terbarukan

Senin, 3 November 2025 - 00:16 WIB

Saatnya Madura Menatap Energi Baru

Berita Terbaru

Catatan Pena

Menghidupkan Kembali Asa UNU Madura

Jumat, 12 Des 2025 - 13:27 WIB