Ikon Nama Desa Mrecah Diresmikan, Jadi Spot Baru Warga Nongkrong dan Swafoto

- Jurnalis

Senin, 25 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peserta KKN Kelompok 3, STIT Al-Ibrohimy Bangkalan foto bersama di ikon nama desa yang baru dibangun. (ISTIMEWA)

Peserta KKN Kelompok 3, STIT Al-Ibrohimy Bangkalan foto bersama di ikon nama desa yang baru dibangun. (ISTIMEWA)

BANGKALAN || KLIKMADURA – Desa Mrecah, Kecamatan Tanah Merah, kini punya wajah baru. Ikon nama desa resmi diresmikan, Minggu (24/8/2025).

Tulisan besar bertuliskan Desa Mrecah itu berdiri gagah di titik strategis desa. Karya tersebut bukan hasil proyek pemerintah, melainkan buah tangan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIT Al-Ibrohimy kelompok 3.

Ketua KKN Kelompok 3, Moh. Faruq, mengungkapkan pembangunan ikon itu merupakan persembahan sederhana bagi warga.

”Kami ingin meninggalkan sesuatu yang bukan hanya indah dipandang, tapi juga bermanfaat.

Ikon ini diharapkan jadi penanda khas Desa Mrecah sekaligus memperkuat kebersamaan dan kebanggaan masyarakat,” ujarnya.

Baca juga :  UTM Peringati Hardiknas 2026 sekaligus Rayakan Juara Dunia Robot Soccer

Ikon nama desa itu kini jadi pusat perhatian baru. Warga tak sekadar melintas, tapi menjadikannya tempat berkumpul dan berfoto.

Spot tersebut diprediksi bakal jadi titik ikonik bagi tamu maupun pendatang dari luar daerah yang ingin mengenal Mrecah lebih dekat.

Kepala Desa Mrecah, Amrini tak kuasa menyembunyikan rasa bangganya. Menurutnya, ikon desa tersebut bukan sekadar papan nama. Tetapi, simbol semangat untuk membangun desa lebih baik.

”Ini simbol semangat baru bagi Mrecah. Kami percaya ikon ini bisa memperkuat identitas desa di tengah pesatnya perkembangan desa-desa lain,” tegasnya.

Baca juga :  Mencuat Dugaan Pungli Tunjangan Sertifikasi Guru, Disdik Sampang Panggil Seluruh Korbid Pendidikan

Kehadiran ikon tersebut juga dianggap sebagai langkah awal untuk memperkuat branding desa.

Dengan ikon baru itu, Desa Mrecah tidak hanya punya ciri khas, tapi juga magnet baru yang melekat di ingatan masyarakat maupun pengunjung. (nda)

Berita Terkait

UTM Jadi Tuan Rumah Kongres APSMBI 2026, Libatkan 75 Perguruan Tinggi dan Angkat Isu SDGs
Lima Hari Pria ODGJ Meresahkan di Pasar Blega, Warga Harap Segera Ada Penanganan
Tragis! Ganti Ban di Akses Suramadu, Sopir Truk Asal Sampang Tewas Tertabrak dari Belakang
UTM Dampingi Warga Lestarikan Tari Topeng Patenteng, Ritual Sakral Meminta Hujan di Bangkalan
Akademisi UTM Sebut Usulan Parliamentary Threshold 6 Persen Punya Rasionalitas Kelembagaan
Hari Kesaktian Pancasila, PLN Validasi Inovasi OMP untuk Percepat Penanganan Padam di Bangkalan
Imigrasi Pamekasan Edukasi Mahasiswa Asing UTM, Tekankan Larangan Bekerja dengan Izin Tinggal Pendidikan
Perkuat Pengawasan Orang Asing Lintas Sektor, Kantor Imigrasi Pamekasan Gelar Rapat Bersama Timpora Bangkalan

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 03:49 WIB

Lima Hari Pria ODGJ Meresahkan di Pasar Blega, Warga Harap Segera Ada Penanganan

Senin, 12 Oktober 2026 - 03:30 WIB

Tragis! Ganti Ban di Akses Suramadu, Sopir Truk Asal Sampang Tewas Tertabrak dari Belakang

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 00:56 WIB

UTM Dampingi Warga Lestarikan Tari Topeng Patenteng, Ritual Sakral Meminta Hujan di Bangkalan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Akademisi UTM Sebut Usulan Parliamentary Threshold 6 Persen Punya Rasionalitas Kelembagaan

Selasa, 22 September 2026 - 06:50 WIB

Hari Kesaktian Pancasila, PLN Validasi Inovasi OMP untuk Percepat Penanganan Padam di Bangkalan

Berita Terbaru

Pengendara melintas di area penerangan jalan umum (PJU) di Jalan Kabupaten, Kelurahan Bugih, Pamekasan, Senin (19/10/2026). (LAILIYATUN NURIYAH/KLIK MADURA)

Pamekasan

Biaya Listrik PJU Pamekasan Tembus Rp16,1 Miliar

Senin, 19 Okt 2026 - 10:43 WIB