MADURA || KLIKMADURA — Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Kabupaten Sumenep, Madura, kembali menegaskan perannya sebagai kawah candradimuka lahirnya tokoh nasional.
Catatan Klik Madura, setidaknya ada tiga figur penting PDI Perjuangan yang diketahui merupakan alumni pesantren modern tersebut. Yakni, Zuhairi Misrawi, Mohamad Guntur Romli, dan Hj. Ansari, S.Pd.I.
Ketiganya menempuh pendidikan keislaman di lingkungan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, sebelum kemudian berkiprah luas di tingkat nasional dengan jalur dan peran yang berbeda-beda.
Namun, benang merahnya sama. Yakni, lahir dari tradisi pesantren Madura dan kini aktif memperkuat politik kebangsaan di PDI Perjuangan.
Zuhairi Misrawi atau yang akrab disapa Gus Mis merupakan intelektual Muslim yang menamatkan pendidikan menengahnya di TMI Al-Amien Prenduan.
Ia kemudian melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Dalam perjalanan kariernya, Gus Mis dikenal sebagai tokoh pemikir Islam moderat, aktivis Nahdlatul Ulama, sekaligus diplomat.
Saat ini, Zuhairi Misrawi menjabat sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Tunisia. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Agama dan Kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Tokoh kedua adalah Mohamad Guntur Romli, penulis dan aktivis politik yang juga pernah mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan.
Guntur melanjutkan pendidikan tinggi ke Al-Azhar, Mesir, dan dikenal luas lewat karya tulis serta pandangan-pandangannya tentang Islam, pluralisme, dan kebangsaan.
Dalam dunia politik, Guntur Romli kini aktif sebagai kader PDI Perjuangan dan dikenal sebagai salah satu juru bicara yang vokal dalam membela garis politik partai berlambang banteng moncong putih tersebut di ruang publik dan media sosial.
Sementara itu, tokoh ketiga adalah Hj. Ansari, S.Pd.I, politisi perempuan asal Madura yang juga alumni Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan. Berbeda dengan dua tokoh sebelumnya, Ansari meniti karier dari dunia pendidikan sebelum terjun ke politik praktis.
Ansari kini menjabat sebagai Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan periode 2024–2029 dari daerah pemilihan Jawa Timur XI (Madura).
Ia duduk di Komisi VIII DPR RI yang membidangi urusan agama, sosial, serta pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
Munculnya tiga tokoh nasional dari latar belakang pesantren yang sama dinilai menjadi bukti bahwa Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan tidak hanya mencetak kader ulama dan pendidik. Tetapi, juga melahirkan pemimpin dan politisi yang berkiprah di level nasional.
Dengan latar pesantren yang kuat, ketiganya membawa nilai keislaman, kebangsaan, dan moderasi ke dalam ruang politik nasional. Sekaligus, mempertegas kontribusi pesantren Madura dalam panggung demokrasi Indonesia. (nda)














