PKS Jatim Dukung Madura Provinsi, Sebut Pamekasan Layak Jadi Ibu Kota

- Jurnalis

Sabtu, 21 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Dukungan terhadap terbentuknya Madura menjadi provinsi terus mengalir. Kali ini, dukungan itu muncul dari DPW PKS Jawa Timur.

Bahkan, partai berwarna orange itu juga menilai Kabupaten Pamekasan layak menjadi ibu kota provinsi. Alasannya, karena perkembangan Pamekasan dari berbagai sektor dinilai paling cepat dibanding tiga kabupaten lain di Madura.

Hal tersebut disampaikan Bendahara DPW PKS Jawa Timur Hj. Lilik Hendarwati saat berkunjung ke Pamekasan, Sabtu (21/12/2024). Perempuan berhijab itu menyampaikan, perkembangan tersebut dapat dilihat dari berbagai aspek. Salah satunya, infrastruktur.

Baca juga :  Upacara HUT ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pj Bupati Sampang Singgung Kesejahteraan hingga Tembakau

“Dari empat kabupaten yang ada di Madura, yang paling cepat berkembang adalah Kabupaten Pamekasan. Hal itu bisa kita lihat dari perkembangan infrastrukturnya dan Indeks Pertumbuhan Manusia (IPM),” ucapnya.

Anggota Komisi C DPRD Jatim itu menyampaikan, Pamekasan menunjukkan kemajuan signifikan sehingga sudah saatnya dilakukan kajian mendalam untuk merealisasikan Madura sebagai provinsi.

Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim itu menyatakan dukungannya terhadap wacana Madura provinsi. Sebab, Pulau Garam memiliki potensi yang sangat besar.

“Untuk menjadikan Madura sebagai provinsi tentu harus dilakukan kajian-kajian yang matang. Saya mendukung karena melihat potensi yang begitu bagus di Madura,” katanya.

Baca juga :  Ratusan Perusahaan Rokok Berdiri di Pamekasan, Jaga Stabilitas Harga hingga Serap Tenaga Kerja

Lilik menilai, Pamekasan layak dipertimbangkan sebagai ibu kota provinsi Madura jika wacana tersebut terwujud.

“Jika Madura benar-benar menjadi provinsi, maka Pamekasan layak menjadi ibu kotanya. Tapi, yang bisa menjawab kelayakan itu adalah masyarakat Pamekasan sendiri. Masyarakat harus termotivasi untuk terus berkembang,” tandasnya. (ibl/diend)

Berita Terkait

Pengusaha Percetakan di Pamekasan Tertipu Rp40 juta, Pelaku Catut Institusi TNI
Harga Minyak Goreng di Pamekasan Meroket, Jauh di Atas HET
UPT Puskesmas Pademawu Latih Kebugaran 80 Calon Jemaah Haji
WFH Hari Jumat Tak Berlaku di Sekolah, KBM Tetap Berjalan Normal
Datangi DPR RI, Wabup Pamekasan Perjuangkan Cathlab RSUD Masuk BPJS Kesehatan
Keterbatasan Armada, Jenazah Bayi di Puskesmas Teja Terpaksa Diantar Pakai Ambulans Milik Lembaga Sosial
Disdikbud Pamekasan Atur Ulang Jam Kerja Guru, Berlaku Mulai 9 April 2026
Halal Bihalal SPPG Se-Pamekasan, Perkuat Koordinasi dan Cari Solusi Peningkatan Program MBG

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 12:54 WIB

Pengusaha Percetakan di Pamekasan Tertipu Rp40 juta, Pelaku Catut Institusi TNI

Selasa, 7 April 2026 - 08:33 WIB

Harga Minyak Goreng di Pamekasan Meroket, Jauh di Atas HET

Selasa, 7 April 2026 - 08:22 WIB

UPT Puskesmas Pademawu Latih Kebugaran 80 Calon Jemaah Haji

Selasa, 7 April 2026 - 08:05 WIB

WFH Hari Jumat Tak Berlaku di Sekolah, KBM Tetap Berjalan Normal

Selasa, 7 April 2026 - 06:59 WIB

Keterbatasan Armada, Jenazah Bayi di Puskesmas Teja Terpaksa Diantar Pakai Ambulans Milik Lembaga Sosial

Berita Terbaru

Opini

Urgensi Pemahaman Politik Kaum Muda Sumenep

Selasa, 7 Apr 2026 - 12:39 WIB

Pedagang di Pasar Kolpajung menata minyak di salah satu kios. (LAILIYATUN NURIYAH / KLIKMADURA)

Pamekasan

Harga Minyak Goreng di Pamekasan Meroket, Jauh di Atas HET

Selasa, 7 Apr 2026 - 08:33 WIB

Puluhan CJH foto bersama usai dilakukan pengukuran kebugaran oleh UPT Puskesmas Pademawu. (ISTIMEWA)

Pamekasan

UPT Puskesmas Pademawu Latih Kebugaran 80 Calon Jemaah Haji

Selasa, 7 Apr 2026 - 08:22 WIB