Saksi Terus Bongkar Dugaan Kecurangan di Dapil V Pamekasan

- Jurnalis

Rabu, 21 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Proses rekapitulasi suara hasil pemilihan anggota DPRD Kabupaten Pamekasan di Kecamatan Pademawu berlangsung alot.

Sebab, satu per satu dugaan kecurangan dibongkar oleh saksi. Akibatnya, sejumlah kotak suara di beberapa tempat pemungutan suara (TPS) harus dihitung ulang.

Saksi Partai Hanura Rahem menyampaikan, banyak dugaan kecurangan yang terjadi di daerah pemilihan (dapil) V.

Tepatnya, di sejumlah TPS di Kecamatan Pademawu. Di antaranya, kotak suara tidak bersegel serta jumlah surat suara yang dicoblos diduga lebih banyak dibanding pemilih yang hadir.

Baca juga :  Polisi Biarkan Tersangka Pencurian Mesin Padi di Pamekasan Berkeliaran, Korban Resah 

Temuan itu terungkap saat saksi mengecek daftar hadir. Hasilnya, di TPS 9 dan TPS 18 Kelurahan Lawangan Daya, Kecamatan Pademawu diduga tidak singkron antara daftar hadir dan surat suara yang dicoblos.

“Setelah dicek daftar hadir, diduga lebih banyak yang dicoblos dari pada masyarakat yang hadir ke TPS,” katanya Rabu (21/2/2024).

Akibat temuan itu, saksi meminta agar dilakukan hitung ulang. Beruntung, permintaan tersebut disetujui oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pengawas Kecamatan (PPK).

“PPK dan Panwascam sepakat menyetui permintaan saksi dihitung ulang karena diduga ada selisih jumlah daftar hadir,” kata Rahem.

Baca juga :  Dalami Dugaan Korupsi Wamira Mart, Kejari Pamekasan Periksa 20 Orang Saksi

Rahem menyampaikan, bukti-bukti dugaan pelanggaran terus dikumpulkan. Selain meminta hitung ulang, saksi juga akan membawa dugaan kecurangan itu ke ranah pidana.

Yakni, akan dilaporkan ke Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu). Harapannya, semua pihak yang terbukti melakukan pelanggaran bisa dihukum sesuai prosedur yang berlaku. (diend)

Berita Terkait

FTBI Jenjang SD Digelar, 91 Siswa Pamekasan Unjuk Bakat Bahasa dan Sastra Madura
Anggaran Pemeliharaan Jalan Dipangkas Rp2,09 Miliar, Dewan Pertanyakan Prioritas Pemkab Pamekasan
Proyek Mini Soccer Rp835 Juta Gagal Dibangun, Disporapar Pamekasan Klaim Anggaran Tak Cukup
Anak 8 Tahun di Pamekasan Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual, Alami Trauma Mendalam
125 Kepala Sekolah Masih Plt, Dewan Pendidikan Pamekasan Soroti Lambannya Penetapan Definitif
Legalitas Dapur MBG di Pamekasan Belum Beres, Satgas Klaim Sudah Lapor BGN
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Manager PLN UP3 Madura Konsolidasi dengan Puluhan Mitra Kerja
Perubahan APBD 2026 Pamekasan Dikebut, Infrastruktur dan Kesehatan Jadi Prioritas

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 10:17 WIB

FTBI Jenjang SD Digelar, 91 Siswa Pamekasan Unjuk Bakat Bahasa dan Sastra Madura

Senin, 28 September 2026 - 10:08 WIB

Anggaran Pemeliharaan Jalan Dipangkas Rp2,09 Miliar, Dewan Pertanyakan Prioritas Pemkab Pamekasan

Senin, 28 September 2026 - 07:41 WIB

Proyek Mini Soccer Rp835 Juta Gagal Dibangun, Disporapar Pamekasan Klaim Anggaran Tak Cukup

Jumat, 25 September 2026 - 08:53 WIB

Anak 8 Tahun di Pamekasan Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual, Alami Trauma Mendalam

Jumat, 25 September 2026 - 03:46 WIB

125 Kepala Sekolah Masih Plt, Dewan Pendidikan Pamekasan Soroti Lambannya Penetapan Definitif

Berita Terbaru