PAMEKASAN || KLIKMADURA – Memperingati Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81, Yayasan Baitul Mal (YBM) PLN UP3 Madura menggelar khitanan massal gratis bagi 200 anak dari keluarga duafa di Kabupaten Pamekasan.
Kegiatan sosial tersebut menjadi wujud kepedulian pegawai PLN terhadap masyarakat kurang mampu sekaligus upaya menghadirkan manfaat nyata bagi warga di wilayah Madura.
Khitanan massal tersebut berlangsung selama dua hari, yakni 7 hingga 8 November 2026, bertempat di Kantor PLN UP3 Madura, Pamekasan.
Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi YBM PLN UP3 Madura bersama Yayasan Cahaya Umat dan RSUD Mohammad Noer untuk memberikan pelayanan kesehatan secara gratis kepada anak-anak yang membutuhkan.
Manager PLN UP3 Madura, Radea Cakrawala Nusantara, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial pegawai PLN yang disalurkan melalui program-program YBM PLN.
Menurutnya, dana yang dihimpun melalui yayasan tersebut merupakan amanah dari para pegawai yang kemudian disalurkan untuk membantu masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.
“Ini merupakan bentuk kepedulian dan kontribusi pegawai PLN kepada masyarakat Pamekasan. Kami ingin bantuan yang diberikan bisa memberikan manfaat langsung, khususnya bagi anak-anak dan keluarga yang membutuhkan,” katanya.
Radea berharap program khitanan massal tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.
Selain membantu keluarga duafa, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat sinergi antara PLN dengan berbagai lembaga dan pihak terkait dalam menghadirkan program sosial yang bermanfaat bagi masyarakat Madura.
“Kami berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut setiap tahun. Tidak hanya membantu masyarakat, tetapi juga memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak dalam menghadirkan program yang bermanfaat bagi warga Madura,” ucapnya.
Melalui kegiatan tersebut, YBM PLN UP3 Madura berharap momentum peringatan HLN ke-81 tidak hanya menjadi perayaan bagi insan kelistrikan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kepedulian dan solidaritas sosial.
Sebanyak 200 anak duafa yang mengikuti khitanan massal diharapkan dapat memperoleh manfaat pelayanan kesehatan sekaligus meringankan beban ekonomi keluarga mereka. (ibl/nda)














