Coretan Joni Efendy

- Jurnalis

Rabu, 28 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nikmat Seorang Pembangkang

Ceritaku tak pernah didengar,

meski tangis kerap membersamai.

Tak jarang pula sumpah serapah

menghiasi cerita panjang,

sepanjang sakitku.

Aku berdiri sebagai pembangkang,

menanam harapan di ladang kekuasaan,

lalu memanen cacian

sebagai pelawan iman.

Benar adanya,

membangkang kepada tiran peminum keringat

yang menuntut ketaatan

lewat kalam-kalam

Arab.

Nikmat seorang pembangkang

berupa suara tentang hak yang dilanggar,

serta membuat tiran tak lagi berharga,

seperti hak yang terkubur di tanah.

Ketika cacian datang,

ia menjadi taring yang melukai;

rasa sakitlah yang mengasahnya.

Tuhan tak memberi kesempatan

untuk mencipta sebuah luka.

Ia pun tak memberi kesempatan

untuk melucuti yang mulia

menjadi tak mulia.

Rasa sakit seorang pembangkang

Baca juga :  Antara Komitmen dan Setia

berupa kewajiban untuk ikut membesarkan

tiran, pemakan dagingnya.

Pakondang, 23 September

 

Izin untuk Pintar

Di sekolah,

kami diajari bertanya.

Di luar pagar,

pertanyaan harus meminta izin.

Maka banyak kepala

lebih memilih mengangguk,

sebab berpikir terlalu keras

sering dianggap pembangkangan.

Jika setiap tanya

dipaksa berlutut pada ketakutan,

filsafat akan lenyap.

Dan Thales,

barangkali,

akan pulang dengan kecewa.

Sebab yang paling sulit diperoleh

bukan ilmu,

melainkan izin untuk pintar.

Pakondang, 19 Oktober 2026

 

Di Kantor Catatan Sipil

Tuhan tak pernah dimintai KTP,

tetapi mereka memintanya

untuk masuk surga.

 

Maka kutulis namaku sendiri

dengan huruf kecil,

agar tak tertukar

dengan para penjaga pintu.

 

Baca juga :  Aroma Kemerdekaan

Pakondang, 25 Oktober 2026

 

Pelajaran Menghitung

Anak-anak belajar berhitung

dari jumlah bantuan yang hilang,

dari janji yang berkurang

setiap kali nama Tuhan disebut.

 

Di papan tulis,

angka-angka tak lagi berani jujur.

 

Sebab yang paling sulit dihitung

adalah hilangnya kepercayaan.

Batang-batang, 26 Oktober 2026

 

Olimpus

Tuhan, kalau boleh,

bawa aku ke masa

ketika Olimpus masih dipenuhi sesembahan,

dan para dewa belum belajar

bersembunyi di balik kitab suci.

 

Jadikan aku seorang hamba

yang benar-benar beriman kepada-Mu.

 

Agar dapat kupertaruhkan leherku

di hadapan singgasana Zeus,

di tengah sorak para pemuja

yang mengangkat makhluk

setinggi langit.

 

Sebab lebih mudah

mengenali berhala

yang tegak di atas altar,

Baca juga :  [CERPEN] You Can Call Me, Saaa…

daripada mereka

yang turun dari mimbar

lalu mengaku hanya menyampaikan firman.

 

Aku lebih rela

mati oleh tombak penyembah Olimpus,

daripada hidup

di zaman ketika dusta

berselimut sorban,

dan mimbar menjelma

tiang gantungan bagi nurani.

 

Sebab berhala yang dipahat dari batu

tak pernah mengaku sebagai Tuhan,

tetapi manusia

sering kali mengangkat dirinya

setinggi suara langit.

Batang-Batang, 26 Oktober 2026

 

BIODATA PENULIS

Joni Efendy lahir di Kecamatan Batuputih, Sumenep pada 28 Oktober 2010, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Siswa MA Nurul Muchlishin sekaligus santri PP Nurul Muchlishin Pakondang, Rubaru, Sumenep. Menaruh minat pada sastra, filsafat, dan ikhtiar membaca kehidupan melalui kata-kata.

Berita Terkait

Puisi-puisi Sultan Musa
Mengulas Buku Laut Bercerita Di Pulau Garam, Tiga Gangguan Psikologis Dialami Tokoh Novel
Kumpulan Puisi Karya Joni Efendy
Ketika Suramadu Menjadi Horor yang Memikat dalam Film “Tumbal Proyek”
Daun-Daun yang Gugur dari Hati BH. Riyanto
Makna Cinta
Belajar Tulus dari Hati Suhita
Kumpulan Sajak Nuril Izza Afgarina

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:25 WIB

Coretan Joni Efendy

Sabtu, 18 Juli 2026 - 07:14 WIB

Puisi-puisi Sultan Musa

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:51 WIB

Mengulas Buku Laut Bercerita Di Pulau Garam, Tiga Gangguan Psikologis Dialami Tokoh Novel

Kamis, 4 Juni 2026 - 06:04 WIB

Kumpulan Puisi Karya Joni Efendy

Selasa, 19 Mei 2026 - 05:41 WIB

Ketika Suramadu Menjadi Horor yang Memikat dalam Film “Tumbal Proyek”

Berita Terbaru

Sastra

Coretan Joni Efendy

Rabu, 28 Okt 2026 - 09:25 WIB