SAMPANG || KLIKMADURA – Di tengah ancaman hoaks yang berpotensi memicu perpecahan, Kapolres Sampang AKBP Anang Hardiyanto mengajak masyarakat memperkuat kerukunan dan menjaga kondusivitas daerah.
Pesan itu disampaikan dalam kegiatan Doa Kebangsaan yang mempertemukan unsur pemerintah daerah, ulama, tokoh masyarakat, aktivis, santri, hingga pelajar di Mapolres Sampang, Selasa (20/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Anang menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan sosial, sikap bijak menghadapi perbedaan, serta kemampuan menyaring informasi menjadi kunci menjaga Sampang tetap aman dan harmonis.
Selain memanjatkan doa untuk keselamatan bangsa, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mendoakan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka beserta seluruh jajaran pemerintahan.
Anang berharap para pemimpin negara senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, kebijaksanaan, dan kelancaran dalam menjalankan amanah untuk kepentingan masyarakat.
“Melalui Doa Kebangsaan ini, kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memohon agar Presiden dan Wakil Presiden beserta seluruh jajaran pemerintahan senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, kebijaksanaan, dan kelancaran dalam menjalankan amanah,” katanya.
Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan perbedaan pandangan maupun latar belakang sebagai alasan untuk saling bermusuhan.
Ia meminta setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat diselesaikan melalui musyawarah agar tidak berkembang menjadi konflik yang dapat mengganggu persatuan.
Anang turut menyoroti penyebaran hoaks yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman, merusak hubungan antarwarga, hingga memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Karena itu, ia meminta warga tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi, terlebih ikut menyebarkannya tanpa memastikan kebenaran sumbernya.
“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat Kabupaten Sampang untuk terus memperkuat sinergi dan menjaga kerukunan, baik antarsesama umat beragama maupun dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ungkapnya.
Tak hanya menyinggung kerukunan dan bahaya informasi palsu, Anang juga mengingatkan masyarakat tentang ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama saat musim kemarau.
Praktik membakar lahan tanpa mempertimbangkan kondisi lingkungan dinilai berisiko memicu kebakaran yang sulit dikendalikan dan membahayakan masyarakat sekitar.
Ia meminta warga menghindari pembakaran lahan secara sembarangan serta meningkatkan kepedulian terhadap potensi munculnya titik api di lingkungan masing-masing.
Menurutnya, pencegahan karhutla harus dilakukan sejak dini melalui kesadaran bersama, bukan menunggu petugas datang setelah api telanjur membesar.
“Masyarakat diminta untuk menghindari praktik pembakaran lahan secara sembarangan yang berpotensi memicu timbulnya titik api, karena pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Anang menegaskan, Polres Sampang berkomitmen memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat demi menjaga situasi keamanan tetap kondusif.
Ia juga meminta warga segera melaporkan potensi gangguan keamanan maupun kemunculan titik api agar dapat ditangani dengan cepat sebelum menimbulkan dampak yang lebih luas.
Melalui Doa Kebangsaan tersebut, Polres Sampang berharap semangat persatuan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.
Masyarakat diharapkan terus menjaga kerukunan, menolak penyebaran hoaks, menyelesaikan persoalan melalui musyawarah, serta bersama-sama melindungi lingkungan demi terciptanya Sampang yang aman dan damai. (ali/nda)














