PAMEKASAN || KLIKMADURA – Pembangunan tahap dua Puskesmas Bulangan Haji (Bulhaj), Kabupaten Pamekasan, terus dikebut. Hingga Rabu (30/9/2026), progres pekerjaan telah mencapai 26,47 persen atau surplus 6,66 persen dibandingkan target yang ditetapkan.
Pantauan Klik Madura di lokasi, bangunan baru Puskesmas Bulhaj masih dikelilingi pagar pembatas berbahan seng. Sejumlah pekerja tampak beraktivitas, sementara material seperti semen putih, pasir, pipa air berukuran besar, dan bahan bangunan lainnya terlihat berada di sekitar lokasi proyek.
Kepala Dinkes Pamekasan dr. Syaifudin melalui Kabid Kesmas Ahmad Syamlan mengatakan, capaian pembangunan tersebut menunjukkan pekerjaan berjalan di atas target. “Sudah 26,47 persen. Surplus kemajuan 6,66 persen dari target,” ungkapnya.
Saat ini, pekerjaan meliputi plester lantai, pemasangan pintu, pelapisan dinding, pemasangan saluran dan instalasi listrik, serta pembuatan saluran air. Dinkes memastikan material yang digunakan telah disesuaikan dengan spesifikasi yang dipersyaratkan dalam pembangunan.
Pengawasan proyek juga dilakukan secara berkala untuk memastikan pengerjaan berjalan sesuai ketentuan. Selain konsultan pengawas yang membuat laporan setiap pekan, Dinkes Pamekasan turut melakukan pemantauan langsung terhadap proyek dengan pagu anggaran sekitar Rp4,9 miliar tersebut.
“Kami dari Dinkes Pamekasan juga melakukan pengawasan. Dan juga Kejari Pamekasan menjadi salah satu anggota dari tim pendampingan pembangunan Puskesmas Bulhaj ini,” tegas Syamlan.
Pembangunan tahap dua tersebut ditargetkan rampung dalam waktu 130 hari kalender atau hingga Senin (14/12/2026). Dengan target tersebut, Dinkes berharap Puskesmas Bulhaj dapat mulai memberikan pelayanan kepada masyarakat pada 2027.
“Mudah-mudahan bisa selesai tepat waktu atau bisa lebih cepat. Sehingga tahun depan bisa beroperasi,” kata Syamlan.
Anggota Komisi IV DPRD Pamekasan Mohammad Saedy Romli mengingatkan agar pembangunan fasilitas kesehatan tersebut tidak semata-mata mengejar penyelesaian fisik. Menurutnya, kualitas konstruksi dan kesesuaian material harus menjadi perhatian utama karena fasilitas tersebut nantinya digunakan untuk pelayanan masyarakat.
“Sisa waktu yang tersisa dimanfaatkan sebaik mungkin. Jangan hanya karena mengejar target pengerjaan, kualitas pengerjaan tidak diperhatikan. Karena faskes itu untuk kepentingan orang banyak maka semua detailnya harus benar-benar diperhatikan,” tandasnya. (enk/nda)














