Menantu di Tambelangan Sampang Sabet Mertua hingga Tewas, Caluk Berlumur Darah Diamankan Polisi

- Jurnalis

Senin, 21 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi melakukan olah TKP dugaan penganiayaan di Kecamatan Tambelangan, Sampang. (KLIKMADURA)

Polisi melakukan olah TKP dugaan penganiayaan di Kecamatan Tambelangan, Sampang. (KLIKMADURA)

SAMPANG || KLIKMADURA – Hubungan keluarga antara menantu dan mertua di Dusun Tlageh, Desa Mambulu Barat, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, berujung maut.

MIS (50), seorang petani setempat, meninggal dunia setelah diduga diserang menggunakan senjata tajam oleh DL (25), yang disebut merupakan menantunya sendiri, Minggu malam (20/9/2026).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.00 WIB di kediaman korban. Saat itu, MIS disebut sedang duduk di teras rumah setelah mengupas kelapa.

Tak lama berselang, DL datang ke rumah tersebut. Berdasarkan keterangan kepolisian, terduga pelaku kemudian mengambil sebilah caluk yang berada di teras sebelum mendatangi korban.

Senjata tajam tersebut diduga digunakan untuk menyerang MIS hingga mengenai bagian leher sebelah kiri. Luka yang dialami korban cukup serius hingga MIS meninggal dunia, sementara DL disebut meninggalkan lokasi setelah kejadian.

Baca juga :  BREAKING NEWS!! Beredar Hasil Rekapitulasi Penghitungan Suara Pilpres di Pamekasan Sebelum Pukul 13.00, Paslon AMIN Menang Telak

Kapolres Sampang AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melalui Kasi Humas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo, S.H., membenarkan adanya perkara tersebut.

Polisi bergerak setelah menerima informasi dari masyarakat. Petugas kemudian mendatangi lokasi kejadian, mengamankan tempat kejadian perkara, serta mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan.

Penyelidikan selanjutnya dilakukan Tim URC Satreskrim Polres Sampang untuk mencari keberadaan DL. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil.

Polisi mengamankan DL di sebuah musala yang berada di Dusun Burajeh, Desa Mambulu Barat, Kecamatan Tambelangan. DL selanjutnya dibawa dan diserahkan kepada penyidik Satreskrim Polres Sampang untuk menjalani pemeriksaan serta proses hukum lebih lanjut.

Baca juga :  Talk Show Sumpah Pemuda, Manajer PLN UP3 Madura Tekankan Pentingnya Soft Skill dan Mental Tangguh

Dalam penyidikan, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya satu bilah parang yang disebut terdapat bercak darah serta pakaian milik korban berupa jaket dan sarung yang juga terdapat bercak darah.

Kepolisian menyebut dugaan tindak pidana tersebut sementara dilatarbelakangi persoalan sakit hati. Kendati demikian, motif tersebut masih didalami penyidik dan belum menjadi kesimpulan akhir perkara.

Atas perkara tersebut, DL disangkakan melanggar Pasal 458 ayat (1) KUHP subsidair Pasal 468 ayat (2) KUHP.

Pasal 458 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP mengatur tindak pidana pembunuhan. Ketentuan tersebut menyatakan setiap orang yang merampas nyawa orang lain dapat dipidana dengan penjara paling lama 15 tahun.

Baca juga :  Dua Truk Adu Moncong di Kabupaten Sampang, Supir Meninggal Dunia

Sementara itu, Pasal 468 ayat (2) menjadi sangkaan subsidair. Ketentuan tersebut mengatur bahwa apabila penganiayaan berat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan korban meninggal dunia, pelakunya dapat dipidana dengan penjara paling lama 10 tahun.

Dengan konstruksi pasal tersebut, penyidik menempatkan dugaan pembunuhan sebagai sangkaan utama, sedangkan penganiayaan berat yang mengakibatkan kematian menjadi sangkaan subsidair. Penentuan pasal akhir nantinya tetap bergantung pada hasil penyidikan dan proses pembuktian dalam perkara.

Hingga kini, penyidik Satreskrim Polres Sampang masih mendalami rangkaian kejadian, motif, serta alat bukti yang berkaitan dengan perkara tersebut untuk memastikan fakta hukum secara menyeluruh. (ali/nda)

Berita Terkait

Aksi di Kejari Sampang Memanas, Gerbang Rusak hingga Diskusi Berujung Buntu
Kasipidum Kejari Sampang Nilai Pengajuan JC Moh. Fadeli Tidak Layak Diterima
Tujuh Medali dari Lapangan Tembak, Atlet Sampang Makin Tajam di POPDA XV Jatim 2026
Pemkab Sampang Bidik Pertashop Jadi Pertamina Compact, Persyaratan Masih Jadi Ganjalan
655 Titik PJU Telan Anggaran Rp11,3 Miliar, Dishub Sampang Bidik Jalan Poros Desa
Bendahara RSUD Sampang Jadi Tersangka, GAIB Gelar Tumpengan di Kantor Kejari dan Desak Tersangka Baru
Resmi Jadi Ketua Gerindra Sampang, Ra Wabup Mahfudz segera Lakukan Konsolidasi
Molor Hampir 4 Jam, Rapat Paripurna DPRD Sampang Hanya Dihadiri 24 Anggota

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 08:38 WIB

Aksi di Kejari Sampang Memanas, Gerbang Rusak hingga Diskusi Berujung Buntu

Jumat, 6 November 2026 - 05:27 WIB

Kasipidum Kejari Sampang Nilai Pengajuan JC Moh. Fadeli Tidak Layak Diterima

Jumat, 6 November 2026 - 03:19 WIB

Tujuh Medali dari Lapangan Tembak, Atlet Sampang Makin Tajam di POPDA XV Jatim 2026

Rabu, 4 November 2026 - 11:35 WIB

Pemkab Sampang Bidik Pertashop Jadi Pertamina Compact, Persyaratan Masih Jadi Ganjalan

Rabu, 4 November 2026 - 06:42 WIB

655 Titik PJU Telan Anggaran Rp11,3 Miliar, Dishub Sampang Bidik Jalan Poros Desa

Berita Terbaru