PAMEKASAN || KLIKMADURA – Madura tidak bisa sepenuhnya dikatakan aman dari potensi dampak gempa megathrust yang mengancam sejumlah wilayah Indonesia.
Meski efek yang dirasakan diperkirakan relatif kecil, masyarakat, khususnya di Pamekasan dan Sumenep, tetap diminta meningkatkan kewaspadaan.
Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan Achmad Zainullah mengatakan, potensi getaran di Madura berkaitan dengan keberadaan Zona Sesar Rembang-Madura-Kangean-Sakala (RMKS). Zona tersebut merupakan sesar aktif, meski bukan bagian dari lempeng tektonik utama.
“Jalurnya seperti itu, jadi memang kalau Madura dikatakan aman iya tidak juga. Efeknya ada dari getaran itu tapi magnitudonya kecil,” jelasnya.
Menurutnya, secara geologis Zona Sesar RMKS dipengaruhi interaksi pergerakan dua lempeng tektonik besar, yakni lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Pergerakan dan gesekan antarlempeng tersebut dapat menyebabkan patahan batuan yang berpotensi memicu aktivitas gempa.
Ia menjelaskan, patahan batuan tersebut memiliki sejumlah kemungkinan dalam proses geologisnya, salah satunya dapat memicu terbentuknya gunung atau menyebabkan gempa. Kondisi tersebut berkaitan dengan dinamika pergerakan lempeng yang terus berlangsung.
“Itu gambaran penyebab gempa di zona sesar RMKS itu,” ungkap Zainul.
Zainul menegaskan, waktu terjadinya bencana tidak dapat diketahui secara pasti. Karena itu, masyarakat diminta tidak panik, tetapi tetap waspada dan mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan terjadinya bencana.
Ia mengimbau masyarakat segera menjauh dari kawasan laut dan bangunan tinggi apabila merasakan tanda-tanda gempa. Sementara jika gempa terjadi saat berada di dalam bangunan, masyarakat dapat berlindung di bawah meja atau tempat yang dinilai aman.
“Semoga kita dilindungi oleh Allah SWT. Yang penting tetap tenang dan waspada jangan panik,” pungkasnya. (enk/nda)














