Tragis, Balita 4 Tahun di Bluuran Sampang Tenggelam di Kolam Penampungan Air Tembakau

- Jurnalis

Kamis, 20 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah warga melihat TKP tenggelamnya bocah berusia 4 tahun di Desa Bluuran, Kecamatan Karangpenang, Sampang. (KLIKMADURA)

Sejumlah warga melihat TKP tenggelamnya bocah berusia 4 tahun di Desa Bluuran, Kecamatan Karangpenang, Sampang. (KLIKMADURA)

SAMPANG || KLIKMADURA — Suasana duka menyelimuti keluarga Halli (48), warga Desa Bluuran, Kecamatan Karangpenang, Kabupaten Sampang. Putrinya, F (4), ditemukan meninggal akibat tenggelam di kolam penampungan air yang digunakan untuk menyiram tanaman tembakau, Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.

Peristiwa tragis tersebut terjadi di area perkebunan tembakau milik warga. Saat kejadian, kedua orang tua korban, Halli dan Nairah (45), sedang bekerja di ladang untuk merawat tanaman tembakau.

Kasihumas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut peristiwa itu merupakan musibah yang terjadi ketika kedua orang tua korban tengah menjalankan aktivitas di ladang.

Baca juga :  ODGJ di Sampang Ditemukan Tewas Mengambang di Dalam Sumur

“Peristiwa ini murni musibah yang terjadi saat kedua orang tua korban sedang beraktivitas merawat tanaman tembakau di ladang,” kata AKP Eko Puji Waluyo.

Kronologi bermula ketika Halli dan Nairah sedang menyiram tanaman sekaligus membuang ulat di lahan tembakau. Lokasi keduanya bekerja berjarak sekitar 100 meter dari kolam penampungan air.

Di tengah kesibukan tersebut, kakak korban datang menghampiri kedua orang tuanya. Ia kemudian memberitahukan bahwa adiknya berada di kolam penampungan air.

“Saat orang tuanya bekerja, kakak korban mendatangi mereka dan memberitahukan bahwa adiknya berada di kolam penampungan air,” ungkapnya.

Baca juga :  Mayoritas Dapur MBG di Sampang Belum Bersertifikat Halal, Pemkab Sebut Terkendala Tak Ada RPU Halal

Mendengar kabar tersebut, kedua orang tua korban langsung bergegas menuju kolam. Penampungan air itu berukuran sekitar 1,5 meter x 2 meter dengan kedalaman kurang lebih satu meter.

Sesampainya di lokasi, orang tua korban mendapati F sudah dalam kondisi tidak bergerak dan mengapung di permukaan air.

“Begitu sampai di lokasi, orang tua korban menemukan anaknya sudah dalam kondisi tidak bergerak dan mengapung di atas permukaan air,” ujarnya.

Korban kemudian segera dievakuasi dan dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan. Namun, upaya tersebut tidak berhasil menyelamatkan nyawa balita tersebut.

Baca juga :  690.675 Surat Suara DPD Tiba di Gudang Penyimpanan Logistik KPU Pamekasan

Pihak keluarga selanjutnya membawa jenazah korban ke rumah. Keluarga juga menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah.

Menurut AKP Eko, keluarga korban menolak dilakukan visum. Penolakan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan resmi yang disaksikan oleh kepala desa setempat.

“Pihak keluarga menolak melakukan tindakan visum, menerima kejadian ini sebagai musibah, dan membuat surat pernyataan resmi yang disaksikan oleh kepala desa setempat,” pungkasnya.

Peristiwa tersebut menjadi duka mendalam bagi keluarga korban. Kolam penampungan air yang digunakan untuk menunjang aktivitas pertanian menjadi lokasi terakhir F sebelum ditemukan dalam kondisi tenggelam. (ali/nda)

Berita Terkait

DPRD Sampang Kawal Hak Pasien PAPS
Lahan Gambut Larangan Gulbung Terbakar, Damkar Sampang Jinakkan Api dalam 30 Menit
Kemarau Panjang, Warga Larlar Sampang Harus Beli Air Bersih Rp800 Ribu
Perbaikan Jalan Robatal–Karang Penang Sedot Rp10,9 Miliar, DPRD Sampang Soroti Rekanan Pemenang Tender
Berkah HUT Kemerdekaan ke-81 RI, Lima Warga Binaan Rutan Sampang Langsung Bebas Usai Terima Remisi
Jadi Irup HUT ke-81 RI, Bupati Sampang Ajak Warga Perkuat Persatuan dan Gotong Royong
Relawan Dapur MBG Dalpenang Galang Donasi untuk Korban Gempa NTT 
Sampang Jadi Sasaran Investor China, Pemkab Dorong Serap Tenaga Kerja Lokal

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 05:21 WIB

Tragis, Balita 4 Tahun di Bluuran Sampang Tenggelam di Kolam Penampungan Air Tembakau

Kamis, 20 Agustus 2026 - 02:04 WIB

DPRD Sampang Kawal Hak Pasien PAPS

Rabu, 19 Agustus 2026 - 04:00 WIB

Lahan Gambut Larangan Gulbung Terbakar, Damkar Sampang Jinakkan Api dalam 30 Menit

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:06 WIB

Kemarau Panjang, Warga Larlar Sampang Harus Beli Air Bersih Rp800 Ribu

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:52 WIB

Perbaikan Jalan Robatal–Karang Penang Sedot Rp10,9 Miliar, DPRD Sampang Soroti Rekanan Pemenang Tender

Berita Terbaru

DPRD Sampang menerima audiensi dari DKR dan RSUD dr. Moh. Zyn terkait pasien PAPS. (KLIKMADURA)

Sampang

DPRD Sampang Kawal Hak Pasien PAPS

Kamis, 20 Agu 2026 - 02:04 WIB