Gedung Belum Siap, 30 Siswa Sekolah Rakyat Pamekasan Dititipkan ke Sampang

- Jurnalis

Sabtu, 1 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siswa baru SRMP 29 Pamekasan berfoto bersama Kepala Dinsos Pamekasan Herman Hidayat Santoso dan Kepala SRMP 29 Pamekasan Aisyah Minarni Mukti sebelum berangkat ke SR Terintegrasi 1 Sampang (ISTIMEWA).

Siswa baru SRMP 29 Pamekasan berfoto bersama Kepala Dinsos Pamekasan Herman Hidayat Santoso dan Kepala SRMP 29 Pamekasan Aisyah Minarni Mukti sebelum berangkat ke SR Terintegrasi 1 Sampang (ISTIMEWA).

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Sebanyak 30 siswa baru Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 29 Pamekasan mulai menjalani pendidikan di SR Terintegrasi 1 Sampang. Penempatan itu dilakukan karena pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Kabupaten Pamekasan hingga kini belum rampung.

Para siswa diberangkatkan pada Jumat (31/7/2026) dengan didampingi pihak sekolah dan instansi terkait. Sebelum mengikuti kegiatan belajar, mereka menjalani pemeriksaan cek kesehatan gratis (CKG).

Kemudian, mengikuti tes kebugaran, serta mengikuti pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah yang dibuka Bupati Sampang Slamet Junaidi dan dihadiri Tenaga Ahli Kementerian Sosial RI Fajar Wahyu Hermawan.

Kepala SRMP 29 Pamekasan, Aisyah Minarni Mukti, mengaku proses pemberangkatan diwarnai suasana haru. Meski demikian, ia optimistis para siswa akan nyaman menjalani pendidikan di sekolah berasrama tersebut.

Baca juga :  Setahun Jabatan Bupati-Wabup, Ketua Dewan Minta Fokus Reformasi Birokrasi dan Kurangi Seremonial

“Alhamdulillah mereka sudah berangkat kemarin, tentu diiringi dengan rasa haru juga oleh wali murid saat pengantaran. Dan Insya Allah mereka betah di sana, sekolahnya super duper mewah,” ujarnya.

Aisyah menjelaskan, seluruh siswa akan mengikuti MPLS selama dua pekan sebelum menjalani program matrikulasi selama dua bulan. Program tersebut bertujuan menyetarakan kemampuan akademik, mental, dan sosial peserta didik sebelum memasuki kegiatan belajar mengajar secara formal.

Menurut mantan guru SMPN 2 Pamekasan itu, matrikulasi menjadi bagian penting karena Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem dengan latar belakang pendidikan yang beragam. Melalui program tersebut, setiap siswa akan memperoleh pendampingan sesuai kebutuhan masing-masing.

Selain matrikulasi, para siswa juga akan mengikuti pemetaan bakat dan minat melalui program Talent DNA. Hasil pemetaan itu akan menjadi dasar bagi guru dan wali asrama dalam memberikan pendampingan selama proses pendidikan.

Baca juga :  UIN Madura Dinobatkan sebagai Islamic University Excellent Transformation dalam Ajang AJP Award 2025

“Sekaligus nanti ada Talent DNA di dalamnya, yang bertujuan untuk memetakan bakat minat masing-masing siswa. Karena mau bagaimanapun pasti ada beberapa siswa yang belum bisa baca, sehingga harus dibedakan dan butuh pendampingan penuh baik dari guru atau wali asuh asramanya,” jelas Aisyah.

Ia berharap seluruh peserta didik dapat segera beradaptasi dengan lingkungan baru, sehingga mampu mengikuti seluruh proses pembelajaran dengan baik. Menurutnya, kenyamanan siswa menjadi faktor penting agar tujuan program Sekolah Rakyat dapat tercapai secara maksimal.

Sementara itu, Ketua Tim Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Pamekasan, Lukman Hakim, mengatakan hingga saat ini belum ada laporan mengenai kendala maupun keluhan dari siswa yang telah berada di SR Terintegrasi 1 Sampang. Kondisi tersebut menunjukkan para siswa mulai beradaptasi dengan baik.

Baca juga :  RSIA Puri Bunda Madura Bersama PMI Gelar Donor Darah untuk Kemanusiaan

Menurutnya, seluruh kebutuhan peserta didik telah difasilitasi secara menyeluruh. Mulai dari sistem pembelajaran berbasis digital, kebutuhan makan, makanan ringan, hingga dukungan bagi keluarga siswa melalui bantuan modal usaha dan perbaikan rumah tidak layak huni.

“Pembelajarannya semua serba digital, mereka benar-benar difasilitasi sebaik mungkin, baik dari makanannya, kemudian camilan-camilannya juga. Bahkan orang tuanya juga kami perhatikan, kami bantu beri tambahan modal untuk membuka usaha, kemudian rumahnya yang tidak layak kami perbaiki, sepanjang anaknya ada di SR kami fasilitasi kebutuhan mereka. Jadi benar-benar terjamin,” tandasnya. (enk/nda)

Berita Terkait

BLT DBHCHT Buruh Pabrik Rokok Pamekasan Direncanakan Cair Bulan Ini
Sering Keluar Saat Jam Kerja, Kepala SDN Jambringin 2 Pamekasan Diminta Dimutasi
Jenazah Rian Korban KM Virgo Tiba di Rumah Duka, Tinggalkan Istri Hamil Enam Bulan
Imigrasi Pamekasan Perkuat Pengawasan WNA, Timpora Bahas ABG hingga Aktivitas Olahraga
Unira dan Lapas Pamekasan Perkuat Kolaborasi, Dorong Pembinaan Warga Binaan Berbasis Pertanian
Buruh Tani Tembakau Pamekasan Diusulkan Terima BLT DBHCHT, Anggaran Rp1,7 Miliar Masuk PAK
DPK Pamekasan Berencana Buka Pelayanan Perpustakaan di Pantura
Pemkab Pamekasan Mulai Kaji 10 Syarat Pansus, Pembahasan Raperda SOTK Diprediksi Molor

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 04:17 WIB

BLT DBHCHT Buruh Pabrik Rokok Pamekasan Direncanakan Cair Bulan Ini

Rabu, 16 September 2026 - 06:46 WIB

Sering Keluar Saat Jam Kerja, Kepala SDN Jambringin 2 Pamekasan Diminta Dimutasi

Rabu, 16 September 2026 - 06:38 WIB

Jenazah Rian Korban KM Virgo Tiba di Rumah Duka, Tinggalkan Istri Hamil Enam Bulan

Rabu, 16 September 2026 - 05:44 WIB

Imigrasi Pamekasan Perkuat Pengawasan WNA, Timpora Bahas ABG hingga Aktivitas Olahraga

Selasa, 15 September 2026 - 15:43 WIB

Unira dan Lapas Pamekasan Perkuat Kolaborasi, Dorong Pembinaan Warga Binaan Berbasis Pertanian

Berita Terbaru